BENCANA ALAM

DUKA FLORES, DUKA KITA SEMUA! : TP PKK MIMIKA TURUN TANGAN BANTU KORBAN GEMPA 7,7

36
×

DUKA FLORES, DUKA KITA SEMUA! : TP PKK MIMIKA TURUN TANGAN BANTU KORBAN GEMPA 7,7

Sebarkan artikel ini

Caption foto: Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Rettob bersama Ketua IKF Mimika, sesepuh dan warga Flobamora usai penyerahan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Flores di Posko Penggalangan Dana IKF Mimika, Lapangan Timika Indah, Sabtu (22/8/2026). Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – “Duka Flores adalah duka kita semua.” Kalimat itu menjadi pesan kuat saat Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susana Suzy Rettob, bersama jajaran pengurus menyerahkan bantuan untuk masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.

Bantuan diserahkan secara langsung di Posko Penggalangan Dana Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika, Lapangan Timika Indah, Jalan Belibis, Sabtu (22/8/2026).

Kedatangan Suzy Rettob bersama sejumlah pengurus TP PKK Mimika disambut Ketua IKF Mimika Gabriel Zezo, sesepuh Flobamora Agus Dewa Kolin, Maricus EO, Anton Lado serta sejumlah tokoh dan sesepuh Flobamora lainnya. Bantuan tersebut diterima langsung oleh sesepuh Flobamora, Agus Dewa Kolin.

Baca Juga :

Suzy Rettob mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari jajaran TP PKK Mimika.

Menurutnya, bantuan itu dikumpulkan secara sukarela dari para pengurus sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.

“Ini adalah bantuan dari ibu-ibu semua. Kami seluruh pengurus mengumpulkan dana ini dari keikhlasan kami. Semoga saudara-saudari kita di sana diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” tuturnya.

Suzy menegaskan, jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi rasa kemanusiaan.

“Duka Flores adalah duka kita semua,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi simbol bahwa solidaritas masyarakat Mimika tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan di daerah sendiri, tetapi juga ketika saudara sebangsa di wilayah lain membutuhkan pertolongan.

Sesepuh Flobamora Mimika, Agus Dewa Kolin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian TP PKK Mimika.

Ia mengatakan kondisi masyarakat terdampak bencana masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Flores menangis. Bantuan ini sangat berguna bagi mereka yang sangat membutuhkan. Karena itu, saudara-saudari kita di sana membutuhkan uluran tangan kita,” katanya.

Agus menjelaskan, warga Flobamora di Mimika juga telah membangun kepedulian bersama dengan membentuk panitia dan melakukan penggalangan dana selama lima hari.

Menurutnya, bantuan dari berbagai elemen masyarakat Mimika menjadi bukti bahwa hubungan kekeluargaan tidak berhenti pada ikatan daerah asal.

“Kita juga sudah mendapat bantuan dari saudara kita di Mimika. Hari ini ibu bupati, ketua PKK datang. Hati yang punya bela rasa turut merasakan apa yang mereka rasakan dan ini ada pada hati mama-mama PKK,” ungkapnya.

Ia menyampaikan penghargaan atas kepedulian tersebut dan mendoakan agar TP PKK Mimika semakin kuat dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami dari Flobamora tidak bisa membalas, tetapi ucapan terima kasih dan sambil berdoa untuk ibu-ibu PKK semakin solid, kuat dan tangguh mengurus banyak hal yang ada di kabupaten ini,” harapnya.

Ketua IKF Mimika, Gabriel Zezo, juga menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Mimika atas kepedulian terhadap masyarakat Flores.

Menurutnya, masyarakat Flobamora merupakan bagian dari warga Mimika yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Saya sebagai Ketua Flobamora mengucapkan terima kasih untuk kepedulian TP PKK Mimika, karena bagaimanapun Flobamora adalah warga Mimika yang turut membantu kabupaten ini. Terima kasih juga kepada Bapak Bupati,” ucapnya.

Gabriel mengatakan, tantangan penanganan bencana masih cukup berat. Selain gempa susulan, kerusakan infrastruktur juga menjadi kendala dalam proses distribusi bantuan.

Sejumlah jembatan dilaporkan putus dan rusak sehingga akses darat menuju beberapa lokasi terdampak menjadi sulit.

“Fasilitas pengungsian pun belum terjangkau dengan kondisi jembatan putus dan rusak sehingga bantuan melalui jalan darat belum bisa dilalui,” jelasnya.

Menurut Gabriel, penyaluran bantuan kemudian dipusatkan melalui Maumere dan Labuan Bajo, dengan memanfaatkan jalur udara menggunakan helikopter maupun jalur laut.

Bantuan TP PKK Mimika menjadi bagian dari gerakan solidaritas masyarakat Mimika untuk membantu korban bencana.

Di tengah keterbatasan akses dan kondisi wilayah terdampak yang masih sulit, dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi.

Kehadiran TP PKK Mimika di posko penggalangan dana juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah maupun latar belakang.

Bagi warga Flobamora di Mimika, dukungan tersebut bukan hanya soal nilai bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang pesan kemanusiaan bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.

“Duka Flores adalah duka kita semua.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *