pemerintah kabupaten Mimika

BUPATI JOHANNES RETTOB KELUARKAN SERUAN TEGAS: JAGA AIR, CEGAH KEBAKARAN, LAYANI MASYARAKAT!

3
×

BUPATI JOHANNES RETTOB KELUARKAN SERUAN TEGAS: JAGA AIR, CEGAH KEBAKARAN, LAYANI MASYARAKAT!

Sebarkan artikel ini

Caption: Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP 3, Senin (24/8/2026). Dalam arahannya, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi kekeringan, menghemat air, serta mencegah kebakaran. Foto: Tim Multimedia Bupati Mimika.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Menghadapi kondisi kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah, Bupati Mimika Johannes Rettob mengeluarkan seruan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pesan tersebut disampaikan Johannes Rettob saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP 3, Senin (24/8/2026).

Dengan kondisi sejumlah titik mulai mengalami kekeringan dan berkurangnya sumber air, Bupati meminta seluruh masyarakat tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal biasa.

Baca Juga :

Dalam amanatnya, Johannes mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika bersama masyarakat untuk menghadapi kondisi kekeringan dengan kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Beberapa titik di Mimika mulai mengalami kekeringan dan berkurangnya sumber air. Karena itu, mari kita hemat dan jaga penggunaan air, tidak membakar sampah sembarangan, serta menunda pembakaran dalam membuka lahan,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi kekeringan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena lahan dan vegetasi yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Bupati meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

“Kita tidak boleh menambah persoalan di tengah kondisi yang membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian bersama,” ujarnya.

Pesan Bupati tersebut menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya ancaman kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah wilayah Papua. Penghematan air dinilai menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga ketersediaan sumber air bagi masyarakat.

Selain itu, kebiasaan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar perlu dihentikan sementara hingga kondisi lebih aman.

Dua hal tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Bupati kepada masyarakat Mimika.

Tidak hanya persoalan lingkungan dan kekeringan, Johannes Rettob juga memberikan perhatian terhadap kedisiplinan aparatur sipil negara.

Ia mengingatkan seluruh ASN, CPNS dan PPPK agar menjaga sikap, disiplin dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.

Menjadi aparatur pemerintah berarti siap melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Menurutnya, aparatur pemerintah merupakan bagian penting dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat menghadapi seluruh persoalan tanpa dukungan masyarakat.

Diperlukan kerja sama, koordinasi dan kolaborasi antara seluruh jajaran pemerintah dengan masyarakat untuk menghadapi kondisi yang sedang terjadi.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi seluruh jajaran serta masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak dengan satu tujuan, yakni memastikan pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan demi kesejahteraan masyarakat Mimika.

Menutup arahannya, Johannes Rettob kembali menyerukan semangat kebersamaan kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat.

“Mari kita bergerak bersama dengan satu tujuan mewujudkan masyarakat Mimika yang sejahtera. Mari jaga Mimika, jaga air kita, cegah kebakaran, dan terus bekerja untuk masyarakat.”

Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi kekeringan bukan hanya tugas pemerintah.

Menjaga air adalah tanggung jawab bersama. Mencegah kebakaran adalah tanggung jawab bersama. Dan melayani masyarakat adalah tugas utama pemerintah.

Jaga Mimika. Jaga air. Cegah kebakaran. Layani masyarakat.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *