pemerintah kabupaten Mimika

Bukan Hanya Timika! Bupati Rettob Gagas Kota-Kota Baru di Mimika, Kapiraya hingga Potowaiburu Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi

3
×

Bukan Hanya Timika! Bupati Rettob Gagas Kota-Kota Baru di Mimika, Kapiraya hingga Potowaiburu Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Caption: Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat memberikan sambutan pada Seminar Pendahuluan Dinas PUPR Mimika di Hotel Horison Diana, Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Gagasan besar pembangunan Kabupaten Mimika mulai diarahkan ke konsep baru: tidak lagi bertumpu pada Timika. Pemerintah Kabupaten Mimika kini mulai menyusun master plan pembangunan sejumlah kota baru yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.

Gagasan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat menghadiri Seminar Pendahuluan Survei dan Jasa Pemetaan Kabupaten Mimika yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika di Hotel Horison Diana, Kamis (20/8/2026).

Rettob mengatakan pembangunan Mimika ke depan harus mulai bergerak dari kampung hingga kota, dengan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang memiliki karakter dan potensi masing-masing.

Baca Juga :

Intinya satu, bagaimana kita membangun kota-kota yang baru di Mimika ini. Jadi kita tidak semua hanya Timika saja,” kata Rettob.

Sejumlah wilayah mulai menjadi perhatian pemerintah dalam gagasan pengembangan kota baru tersebut, di antaranya Kapiraya, Agimuga dan Potowaiburu.

Menurut Rettob, setiap kawasan tidak harus memiliki konsep pembangunan yang sama. Pemerintah akan melihat terlebih dahulu potensi, kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, hingga peluang ekonomi masing-masing wilayah.

Dengan konsep tersebut, nantinya akan ada kawasan yang dapat dikembangkan sebagai pusat perdagangan, kawasan transit, pusat pelayanan, maupun kota berbasis pariwisata.

“Setiap kota nanti punya tema. Kalau memang potensinya pariwisata, kita buat menjadi kota wisata,” jelasnya.

Potensi alam Mimika yang sangat beragam, mulai dari pantai, laut, air terjun hingga bentang alam pegunungan, dinilai dapat menjadi modal untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru berbasis pariwisata.

Gagasan ini tidak sekadar membangun kawasan baru dengan gedung dan infrastruktur. Pemerintah ingin setiap kota baru memiliki identitas, fungsi dan kekuatan ekonomi yang sesuai dengan potensi wilayahnya.

Dengan begitu, masyarakat di wilayah yang jauh dari Timika diharapkan tidak selalu bergantung pada pusat pemerintahan dan ekonomi di Timika untuk mendapatkan pelayanan maupun mengembangkan usaha.

Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan Kabupaten Mimika. Namun, Rettob menyadari pembangunan kota baru bukan pekerjaan sederhana. Salah satu tantangan terbesar adalah status dan fungsi kawasan hutan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pengembangan.

Beberapa kawasan masih berada dalam status hutan lindung, hutan konservasi maupun kawasan HPL. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan status lahan sebelum pembangunan dilaksanakan.

Kita bikin saja perencanaan dulu, baru pelan-pelan kita minta ke kementerian supaya menentukan status lahan agar kita bisa bangun,” ujarnya.

Rettob menegaskan, pembangunan kota baru belum masuk tahap pelaksanaan fisik. Saat ini pemerintah masih berada pada tahap awal penyusunan master plan.

Seminar pendahuluan menjadi bagian dari proses untuk mengumpulkan data, masukan dan gambaran awal mengenai pengembangan wilayah. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan melalui seminar pertengahan, penyusunan interim report, hingga final report.

Setelah master plan selesai, pemerintah baru akan menyusun rencana detail pembangunan. Dari rencana detail tersebut, kebutuhan pembangunan dapat dihitung lebih akurat, termasuk kebutuhan infrastruktur dan anggaran.

Sesudah master plan, baru kita bikin rencana detail. Kalau rencana detail sudah selesai, baru kita tahu berapa kebutuhan anggarannya, kemudian kita bisa anggarkan untuk pelaksanaan, jelas Rettob.

Rettob berharap perencanaan kota-kota baru tersebut mulai memperlihatkan hasil sebelum masa jabatannya sebagai Bupati Mimika berakhir.

Jika gagasan ini berjalan sesuai rencana, pola pembangunan Mimika ke depan tidak lagi hanya berpusat di Timika.

Timika tetap menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi utama, tetapi pusat-pusat pertumbuhan baru akan dibangun di wilayah lain sesuai karakter dan potensinya.

Gagasan ini sekaligus membuka peluang bagi kawasan seperti Kapiraya, Agimuga dan Potowaiburu untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan kota baru bukan hanya tentang membuka wilayah baru, tetapi juga mendekatkan pelayanan, membuka lapangan kerja, mengembangkan potensi lokal dan menciptakan pemerataan ekonomi hingga ke pelosok Mimika.

“Dari kampung ke kota, dari Timika ke pusat-pusat pertumbuhan baru.” Konsep inilah yang kini mulai disiapkan Pemkab Mimika melalui penyusunan master plan pembangunan kota-kota baru.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *