HUKRIM

Astamaops Kapolri Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis dan Pencegahan Malaria

22
×

Astamaops Kapolri Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis dan Pencegahan Malaria

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA, Nemangkawipos.com – Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah operasi di Tanah Papua bersama jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri didampingi Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, S.I.K., M.H., Penata Kebijakan Kapolri Utama TK II Stamaops Polri Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto, S.I.K., Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Danpas Brimob III Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K., M.Han., Kabagrenops Robinops Stamaops Polri Kombes Pol. Karsiman, S.I.K., M.M., serta para pejabat utama Operasi Damai Cartenz-2026.

Kunjungan kerja tersebut bertujuan meninjau langsung perkembangan situasi keamanan di lapangan, mengevaluasi kesiapan personel, serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal dalam mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di Papua.

Baca Juga :

Dalam agenda tersebut, Astamaops Kapolri menerima paparan dari jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole mengenai perkembangan situasi kamtibmas, langkah-langkah penanganan gangguan keamanan, evaluasi pelaksanaan operasi, serta berbagai program pembinaan masyarakat yang telah dilaksanakan di wilayah operasi.

Selain melakukan evaluasi, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran juga berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat guna memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi sosial kemasyarakatan di Papua. Menurutnya, komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, Selasa (15/7/2026).

Dalam arahannya, Astamaops Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan di Papua tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel dan keberhasilan pelaksanaan operasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kondisi kesehatan personel di lapangan.

Ia memberikan perhatian khusus terhadap ancaman malaria yang masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi personel yang bertugas di wilayah operasi Papua. Karena itu, seluruh komandan sektor diminta memastikan langkah-langkah pencegahan berjalan optimal, mulai dari disiplin mengonsumsi obat antimalaria, penggunaan kelambu dan perlengkapan pelindung diri, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan agar melakukan pengawasan secara melekat. Jangan sampai personel menjadi korban karena lalai menjaga kondisi kesehatannya,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan operasi juga diukur dari kemampuan seluruh personel menyelesaikan tugas dalam keadaan sehat dan selamat.

Selain itu, Astamaops Kapolri menginstruksikan agar seluruh pos operasi terus diperkuat dari aspek perlindungan personel (force protection), dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta fungsi komando dan pengendalian. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Komjen Fadil Imran turut menyampaikan apresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian mereka dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di Papua.

Ia berharap profesionalisme, soliditas, dan sinergi antarpersonel terus dipertahankan sehingga pelaksanaan operasi berjalan efektif dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan kunjungan Astamaops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kunjungan Astamaops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel, khususnya pencegahan malaria, akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Amole akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif, preemtif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal akan terus menjadi strategi utama dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga kesiapan personel agar pelaksanaan operasi dapat berlangsung secara optimal.

Melalui kunjungan tersebut, Polri kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui pendekatan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap personel memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai. Pengendalian malaria menjadi salah satu perhatian utama sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan dan keselamatan personel selama menjalankan tugas di wilayah operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *