KesehatanMasyarakatorganisasi

Aktivis Ajak Warga Mimika Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Satu Kepedulian Bisa Selamatkan Masa Depan Anak Papua

11
×

Aktivis Ajak Warga Mimika Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Satu Kepedulian Bisa Selamatkan Masa Depan Anak Papua

Sebarkan artikel ini

Capt: Aktivis Peduli Lingkungan, Anak dan Gizi, Jhosua Jeujanan, mengajak masyarakat Kabupaten Mimika menjadi Orang Tua Asuh dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya bersama menekan angka stunting dan mewujudkan Generasi Emas Papua.

Example 468x60

TIMIKA, Nemamgkawipos.com – Aktivis Peduli Lingkungan, Anak dan Gizi, Jhosua Jeujanan, mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk mengambil bagian dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan anak-anak Papua.

Menurut Jhosua, upaya menurunkan angka stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum memiliki peran penting dalam membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting.

“Mari menjadi Orang Tua Asuh dalam Program GENTING. Pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat gotong royong, kita bisa menyelamatkan masa depan generasi Papua,” ujar Jhosua kepada NemangkawiPos.com, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :

Ia menjelaskan, Program GENTING merupakan gerakan yang mengajak masyarakat menjadi “Orang Tua Asuh” bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, serta keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.

Melalui program tersebut, para Orang Tua Asuh dapat memberikan bantuan sesuai kemampuan, seperti pemenuhan makanan bergizi, edukasi mengenai pola asuh, gizi, sanitasi dan kesehatan, hingga pendampingan keluarga agar kondisi anak terus membaik.

Menurut Jhosua, program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita, meningkatkan akses pelayanan kesehatan, memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong partisipasi sektor swasta dalam percepatan penurunan stunting.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu untuk bergabung sebagai Orang Tua Asuh karena seluruh bantuan akan dicatat dan disalurkan secara bertanggung jawab melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Jangan takut menjadi Orang Tua Asuh. Setiap bantuan yang diberikan akan dicatat dan digunakan sebaik-baiknya untuk penanganan stunting. Bahkan para donatur juga dapat memantau langsung perkembangan anak yang mereka dampingi bersama kader TPK,” katanya.

Jhosua menambahkan, masyarakat dapat menentukan sendiri jangka waktu pendampingan, mulai dari tiga bulan, enam bulan, satu tahun, atau sesuai kemampuan masing-masing.

Ia mengimbau masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Mimika, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap kampung maupun kelurahan, atau puskesmas terdekat.

Di akhir ajakannya, Jhosua berharap semakin banyak warga Mimika yang tergerak untuk ikut bergotong royong dalam mencegah stunting demi melahirkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Mari kita siapkan Generasi Emas Papua melalui aksi gotong royong mencegah stunting di Kabupaten Mimika. Satu kepedulian hari ini dapat menentukan masa depan seorang anak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *