pemerintah kabupaten Mimika

528 CPNS Mimika Ikuti Latsar, Wabup Emanuel Kemong: ASN Harus Melayani dengan Hati

3
×

528 CPNS Mimika Ikuti Latsar, Wabup Emanuel Kemong: ASN Harus Melayani dengan Hati

Sebarkan artikel ini

Caption : Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Mimika Tahun 2026 di Gedung Tongkonan, Timika, Senin (15/6/2026). Sebanyak 528 CPNS mengikuti pelatihan sebagai bagian dari pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme ASN. Foto: Tim Multimedia Wakil Bupati Mimika.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sebanyak 528 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Mimika Tahun 2026 resmi mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) yang dibuka oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi, Timika, Senin (15/6/2026).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya proses pembentukan karakter dan kompetensi aparatur sipil negara yang akan mengabdi di Kabupaten Mimika.

Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat.

Baca Juga :

“Menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, tetapi panggilan untuk melayani. Saudara-saudara adalah generasi baru birokrasi yang akan menentukan wajah pelayanan publik Mimika di masa depan,” tegasnya.

Ia mengingatkan para peserta agar menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, ASN harus mampu menjadi pelayan masyarakat yang berorientasi pada kepentingan publik.

Wabup juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Mimika membutuhkan aparatur yang tidak hanya pandai, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu bekerja dengan hati,” ujarnya.

Emanuel turut mengingatkan para CPNS agar menghindari perilaku yang dapat mencoreng citra birokrasi, termasuk pelanggaran disiplin dan tindakan yang bertentangan dengan etika ASN.

“Ingat, perjuangan kalian belum selesai saat dinyatakan lulus seleksi. Justru di sinilah awal pengabdian. Menjadi ASN bukan sekadar punya pekerjaan, tetapi panggilan hati untuk melayani,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Latsar, Yulius Pinimet, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti 528 peserta yang terdiri atas 230 peserta Golongan II dan 298 peserta Golongan III.

Pelatihan dilaksanakan melalui kerja sama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Mimika dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua.

Menurut Yulius, para peserta akan mengikuti pembelajaran selama 511 jam pelajaran (JP), yang terdiri dari 21 hari pembelajaran klasikal atau on campus dan 30 hari pembelajaran non-klasikal atau off campus.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah membentuk PNS yang profesional, berkarakter disiplin, memahami nilai dasar ASN, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Kepala BPSDM Provinsi Papua, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Melalui pelatihan dasar ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap lahir generasi baru ASN yang mampu menjadi agen perubahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *