HUKRIM

Sopir Dilaporkan Disandera Kelompok Bersenjata di Jalur Trans Wamena-Nduga

65
×

Sopir Dilaporkan Disandera Kelompok Bersenjata di Jalur Trans Wamena-Nduga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp. Video tersebut memperlihatkan seorang sopir yang dilaporkan disandera kelompok bersenjata yang menyebut diri sebagai TPNPB Kodap III Ndugama Darakma di ruas Jalan Trans Wamena-Nduga, Selasa (15/9/2026).

Dalam rekaman itu, korban terlihat berada dalam kondisi tertekan. Ia kemudian diminta menyampaikan sejumlah pernyataan yang berkaitan dengan perjuangan Papua merdeka.

Korban dalam video tersebut mengatakan bahwa Papua harus merdeka dan menyatakan dukungannya terhadap perjuangan tersebut.

Baca Juga :

“Saya kasih tahu, memang Papua memang harus merdeka,” ujar korban dalam rekaman yang beredar.

Korban juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah Indonesia yang menurutnya belum cukup memperhatikan masyarakat Papua. Dalam video tersebut, ia mengaku sebagai warga pendatang yang telah tinggal dan bekerja sebagai sopir di wilayah Papua sejak 2013 hingga 2026.

Namun, pernyataan korban dalam rekaman tersebut belum dapat dipastikan sebagai sikap yang disampaikan secara bebas. Kondisi korban yang terlihat berada di bawah tekanan menimbulkan dugaan adanya intimidasi dalam proses pengambilan video.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti kondisi keamanan bagi warga sipil yang melintas di jalur Trans Wamena-Nduga. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur penting yang digunakan masyarakat untuk mobilitas dan distribusi kebutuhan di wilayah pegunungan Papua.

Menjadikan warga sipil yang berada dalam kondisi tidak berdaya sebagai sarana untuk menyampaikan pesan politik juga menimbulkan keprihatinan. Perbedaan pandangan politik seharusnya tidak disampaikan dengan mempertaruhkan keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas lengkap korban, kronologi penyanderaan, serta kondisi terakhir korban masih belum diperoleh dari sumber resmi.

Langkah aparat keamanan terkait upaya memastikan keselamatan dan membebaskan korban juga masih menunggu keterangan resmi.

Nemangkawipos.com masih berupaya melakukan konfirmasi dan memverifikasi informasi maupun rekaman video yang beredar. Penyebutan kelompok dan kronologi dalam berita ini menggunakan atribusi serta status “dilaporkan” sampai terdapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *