HUKRIM

Geger Pagi di SP 2, Pria 30 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Temukan Linggis dan Pisau

3
×

Geger Pagi di SP 2, Pria 30 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Temukan Linggis dan Pisau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Warga di kawasan Jalan SP 2, Kabupaten Mimika, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial Y.Y (30) yang tergeletak tak bernyawa pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 06.35 WIT.

Korban ditemukan dengan luka lecet pada bagian kepala sebelah kiri. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu M. Amir Rado, saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026), mengatakan personel kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca Juga :

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi, di antaranya linggis, pisau, kaleng bir Bintang dan botol minuman.

Penemuan korban sempat membuat situasi di lokasi memanas. Pihak keluarga melakukan aksi pemalangan jalan sehingga arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat terganggu.

Setelah dilakukan negosiasi, keluarga akhirnya membuka palang dan jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika.

Salah satu saksi berinisial D.N mengatakan, sekitar pukul 04.30 WIT dirinya baru selesai dari sebuah acara. Saat melintas, ia melihat korban sudah tergeletak dalam kondisi berlumuran darah.

Melihat kondisi korban, saksi kemudian menutup tubuh korban menggunakan dedaunan. Menurut D.N, korban sebelumnya memang sering mengonsumsi minuman beralkohol di sekitar kompleks tersebut. Ia juga mengaku sempat melihat korban sedang minum bersama empat orang temannya, namun tidak mengetahui identitas mereka.

Keterangan serupa disampaikan saksi lainnya, V.N. Ia mengatakan korban bersama sekitar empat orang temannya sudah mengonsumsi minuman beralkohol sejak Jumat (11/9/2026) hingga malam hari.

Awalnya, mereka disebut minum di sebuah pondok yang berada di depan Gudang Sampoerna. Setelah itu, rombongan tersebut berpindah ke pondok yang berada di depan rumah saksi.

“Sekitar pukul 02.00 WIT saya sempat melihat korban bersama teman-temannya masih minum. Tak lama kemudian saya masuk kembali ke dalam rumah,” ujar V.N.

Sekitar pukul 03.40 WIT, saksi mengaku mendengar suara keributan dari arah depan rumahnya.

Sementara saksi lainnya, G, mengatakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIT, dirinya melihat korban bersama tiga orang lainnya sedang duduk dan mengonsumsi minuman beralkohol di sebuah pondok di depan Gudang Sampoerna.

Saat melintas menuju sekolah, saksi melihat mereka masih berada di lokasi. Bahkan hingga sekitar pukul 17.00 WIT, korban masih terlihat bersama teman-temannya di pondok tersebut.

Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia, termasuk aktivitas korban bersama sejumlah rekannya dan suara keributan yang terdengar sekitar pukul 03.40 WIT.

Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan penyebab kematian serta mengetahui apakah terdapat tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
(Redaksi)

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *