Masyarakat

Keluarga 9 Perempuan yang Diduga Disandera di Jila Minta Kepastian, Ancam Tindakan Balasan

3
×

Keluarga 9 Perempuan yang Diduga Disandera di Jila Minta Kepastian, Ancam Tindakan Balasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sebuah video berdurasi sekitar 2 menit 21 detik berisi pernyataan sikap keluarga korban terkait dugaan penyanderaan terhadap sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, beredar di sejumlah grup WhatsApp di Timika.

Dalam video tersebut, keluarga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak yang mereka sebut sebagai pelaku.

Pernyataan itu berkaitan dengan sembilan perempuan yang disebut masih berada dalam kondisi penyanderaan serta satu korban yang meninggal dunia dalam peristiwa pada 17 Agustus 2026 di Distrik Jila.

Baca Juga :

Keluarga menegaskan bahwa pernyataan tersebut secara khusus ditujukan untuk memperjuangkan keselamatan dan kepastian keberadaan anggota keluarga mereka yang disebut menjadi korban.

Ada empat poin utama yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Pertama, keluarga menegaskan bahwa mereka merupakan keluarga korban dan tidak berkaitan dengan aksi atau persoalan lain yang terjadi di Distrik Jila.

“Kami murni keluarga korban dan sandera dari Jila. Kami bicara tidak berkaitan dengan aksi-aksi lain yang dilakukan di Jila. Kami hanya khusus bicara anak-anak kami yang dibawa,” demikian isi pernyataan dalam video tersebut.

Kedua, keluarga meminta pihak yang diduga menahan para korban memberikan informasi mengenai keberadaan sembilan perempuan tersebut.

Mereka meminta adanya kepastian mengenai kondisi dan lokasi para korban agar keluarga mengetahui keadaan anggota keluarganya.

Ketiga, keluarga meminta agar sembilan perempuan tersebut dipulangkan dalam waktu dekat, dengan memberikan batas waktu paling lambat dua bulan.

Keempat, keluarga menyampaikan ancaman akan melakukan tindakan balasan apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan respons.

Dalam video itu, keluarga menyebut akan mencari anggota keluarga pihak yang diduga sebagai pelaku di Timika untuk dijadikan sasaran tindakan balasan.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memicu persoalan baru dan meluas apabila tidak ditangani secara cepat oleh pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai keberadaan sembilan perempuan yang disebut dalam video tersebut serta perkembangan penanganan kasusnya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat keamanan dan pihak berwenang.

Keluarga juga meminta video pernyataan tersebut diteruskan kepada pihak yang mereka maksud sebagai pelaku agar tuntutan mereka dapat diketahui dan mendapat respons.
(Redaksi)

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *