pemerintah kabupaten Mimika

Dinas Koperasi Mimika Sambut Positif Progres Koperasi Desa Merah Putih, Berharap Jangkau Wilayah Pesisir dan Pegunungan

3
×

Dinas Koperasi Mimika Sambut Positif Progres Koperasi Desa Merah Putih, Berharap Jangkau Wilayah Pesisir dan Pegunungan

Sebarkan artikel ini

Capt : Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, saat diwawancarai. Foto : Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih di Limau Asri saat ini telah rampung 100 persen. Namun, gedung tersebut masih menunggu kelengkapan fasilitas sebelum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Samuel mengatakan, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan program pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah masih menunggu tahapan dan jadwal selanjutnya dari pemerintah pusat.

“Untuk sekarang di Limau Asri dengan warganya sudah berjalan. Gedungnya sudah 100 persen, tinggal fasilitasnya. Ini merupakan kegiatan dari pemerintah pusat, bukan dari pemerintah daerah, sehingga kita harus menunggu,” kata Samuel saat ditemui, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga :

Menurutnya, pemerintah daerah tetap menyambut baik pembangunan tersebut dan mengapresiasi pemerintah pusat karena telah memberikan dukungan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Mimika.

“Kita tunggu jadwal dari pusat. Ada lebih dari 100 koperasi yang nanti akan diresmikan juga pada bulan Oktober. Mudah-mudahan untuk kita di Mimika ke depannya bisa mendapatkan kuota yang lebih besar,” ujarnya.

Samuel berharap, ke depan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya terfokus di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau kampung-kampung yang berada di wilayah pesisir maupun pegunungan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga akan menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah pusat agar perencanaan pembangunan dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah Mimika.

“Ke depannya kita kasih perubahan dari sisi perencanaan, karena kondisi daerah kita berbeda. Kita akan menyiapkan surat ke pusat untuk perencanaan di wilayah pesisir. Dana dari pusat yang dikucurkan itu mungkin tidak mencukupi, sehingga kita kasih perubahan sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.

Hal yang sama, kata Samuel, juga perlu diperhatikan untuk wilayah pegunungan yang memiliki kondisi geografis dan kebutuhan berbeda dengan wilayah pesisir.

“Begitu juga di gunung, kondisinya sangat berbeda. Ini yang perlu kita lihat dalam perencanaan ke depan,” katanya.

Samuel menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari sistem yang dikembangkan Kementerian Koperasi untuk mendukung keberadaan koperasi desa. Untuk Kabupaten Mimika, jumlah koperasi yang telah masuk dalam sistem tersebut sudah mencapai ratusan.

“Ini salah satu aplikasi antara Kementerian Koperasi. Untuk Mimika sudah ratusan yang masuk dalam sistem. Mudah-mudahan dengan jumlah ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *