Swasta

IJB Kaji Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Mimika

2
×

IJB Kaji Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Mimika

Sebarkan artikel ini

Caption: Suasana tim peneliti Institut Jambatan Bulan saat berdialog dan bertemu langsung dengan masyarakat dalam kegiatan pengumpulan data di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika. Foto: Stendy

Example 468x60

KOKONAO, Nemangkawipos.com – Institut Jambatan Bulan (IJB) melaksanakan pengumpulan data lapangan sebagai bagian dari Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, dengan melibatkan pemerintah distrik, pemerintah kampung, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Distrik Mimika Barat Christian P. Warinussi, S.Sos. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kajian yang dilakukan tim peneliti IJB.

Baca Juga :

Menurut Christian, keberadaan Koperasi Desa/Kampung Merah Putih di setiap kampung merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, setiap kampung telah memiliki koperasi yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang tersedia di wilayah masing-masing.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Institut Jambatan Bulan yang telah hadir dan melakukan kajian di wilayah Distrik Mimika Barat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengurus koperasi di kampung,” ujar Christian.

Ia juga berharap kegiatan pengumpulan data dan sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pemerintah kampung, pengurus koperasi, dan masyarakat mengenai pengelolaan serta pengembangan koperasi yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Institut Jambatan Bulan, Dr. Abu Bakar, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan di Kokonao merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data lapangan untuk menyusun kajian model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi di wilayah terpencil Kabupaten Mimika.

Tim peneliti yang berjumlah delapan orang tersebut memulai kegiatan pengumpulan data dari Distrik Mimika Barat. Selanjutnya, tim akan melanjutkan penelitian ke sejumlah distrik lainnya di Kabupaten Mimika.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi koperasi, potensi ekonomi masyarakat, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.

Menurut Abu Bakar, kajian tersebut penting karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek strategis dalam pembangunan daerah.

Koperasi dinilai memiliki potensi menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat karena prinsip koperasi memiliki kesesuaian dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan komunal yang telah berkembang di tengah masyarakat kampung.

“Semangat koperasi pada dasarnya sejalan dengan semangat kebersamaan yang ada dalam masyarakat. Karena itu, melalui kajian ini kami ingin melihat bagaimana koperasi dapat dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi, karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil,” jelas Abu Bakar.

Dalam pelaksanaan pengumpulan data, tim peneliti melakukan sejumlah metode, mulai dari observasi lapangan, sosialisasi, wawancara, hingga penggalian informasi bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat.

Informasi yang diperoleh dari lapangan akan digunakan untuk mengidentifikasi berbagai potensi, kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Data tersebut selanjutnya akan dianalisis dan menjadi dasar dalam penyusunan model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi yang kontekstual serta sesuai dengan karakteristik wilayah terpencil di Kabupaten Mimika.

IJB juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Distrik Mimika Barat, Pemerintah Kampung Kokonao, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh masyarakat Kokonao yang telah memberikan dukungan dan menerima kehadiran tim peneliti selama kegiatan berlangsung.

Melalui rangkaian kajian tersebut, Institut Jambatan Bulan berharap dapat memberikan kontribusi akademik yang mendukung penguatan koperasi sekaligus mendorong lahirnya model pemberdayaan masyarakat yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Kabupaten Mimika.

Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi di tingkat kampung, tetapi juga dapat berkembang sebagai wadah bersama untuk mengelola potensi lokal, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *