HUKRIM

Wakil Ketua I Lemasko Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Dorong Perlindungan Warga di Mimika

3
×

Wakil Ketua I Lemasko Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Dorong Perlindungan Warga di Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku, mengapresiasi kinerja Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di Papua.

Apresiasi tersebut disampaikan Marianus menyusul penanganan dan evakuasi warga yang menurut aparat berhasil diselamatkan dari penyanderaan oleh kelompok yang disebut sebagai TPNPB-OPM atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Pernyataan tersebut disampaikan Marianus di Mimika, Minggu (20/9/2026).

Baca Juga :

Menurutnya, langkah aparat dalam merespons situasi yang mengancam keselamatan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menciptakan kondisi keamanan agar warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.

“Selaku Wakil Ketua I Lemasko, saya mengapresiasi kinerja Satgas Damai Cartenz yang selama ini telah bekerja untuk masyarakat Papua, khususnya dalam menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Marianus.

Marianus juga mengapresiasi respons aparat keamanan dalam proses evakuasi warga di Distrik Jila. Ia menilai keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama karena setiap warga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan menjalani kehidupan bersama keluarga.

Selain memberikan apresiasi, Marianus berharap aparat keamanan TNI dan Polri terus melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kejahatan maupun gangguan keamanan yang merugikan masyarakat.

“Kami berharap aparat keamanan TNI dan Polri dapat terus melakukan upaya penegakan hukum dan menangkap para pelaku kejahatan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban,” katanya.

Sebagai tokoh adat, Marianus juga mengecam segala bentuk kekerasan yang menyasar masyarakat sipil.

Ia meminta kelompok bersenjata yang masih menahan warga untuk segera membebaskan mereka dan mengembalikannya kepada keluarga.

“Tidak boleh ada kekerasan terhadap masyarakat sipil. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan dan meminta kepada kelompok yang masih menyandera masyarakat agar segera mengembalikan mereka kepada keluarganya. Masyarakat yang tidak bersalah harus diberikan kesempatan untuk hidup layak, berkumpul bersama keluarga, mendapatkan makanan, dan menjalankan kehidupan dengan aman,” tegasnya.

Marianus juga mengajak masyarakat Papua, khususnya warga Kabupaten Mimika, menjaga kedamaian dan menghindari perselisihan.

Menurutnya, sikap saling menghormati dan hidup berdampingan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama hidup damai tanpa perselisihan. Kita harus saling menghormati, saling menjaga dan hidup berdampingan sebagai sesama masyarakat Papua. Dengan kebersamaan dan kedamaian, kita dapat membangun Papua yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tenang,” ajaknya.

Ia berharap sinergi antara aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat.

Menurut Marianus, menjaga keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, ia berharap situasi di Mimika tetap kondusif sehingga warga dapat menjalankan aktivitas dan kehidupan sehari-hari dengan aman.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *