BENCANA ALAMMasyarakatpemuda Mimika

Video Lahan Terbakar Jalur 10 Bikin Geger, Ternyata Warga Sedang Bersihkan Kebun

91
×

Video Lahan Terbakar Jalur 10 Bikin Geger, Ternyata Warga Sedang Bersihkan Kebun

Sebarkan artikel ini

Jhon Tsunme Imbau Warga Tak Sembarangan Sebarkan Informasi: Cek Fakta Sebelum Viral

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Video yang memperlihatkan kobaran api di kawasan Jalur 10, jauh dari permukiman LG, sempat menghebohkan masyarakat Mimika. Dalam rekaman yang beredar, api terlihat membakar rumput dan vegetasi kering di lahan terbuka.

Kondisi tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran warga, terlebih Mimika saat ini menghadapi kondisi cuaca yang relatif kering dan berkurangnya sumber air di sejumlah wilayah.

Namun, setelah informasi tersebut ditelusuri, kobaran api diketahui berkaitan dengan aktivitas warga yang sedang membersihkan lahan pertanian.

Baca Juga :

Pemuda Distrik Iwaka, Jhoni Tsunme, menjelaskan bahwa warga membakar rumput dan sisa vegetasi sebagai bagian dari proses pembersihan lahan sebelum digunakan untuk bertani.

“Masyarakat sedang membersihkan lahannya untuk bertani, sehingga rumput-rumput yang ada dibakar,” jelas Jhon kepada Nemangkawipos.com, Selasa (25/8/2026).

Meski aktivitas tersebut disebut sebagai bagian dari pembersihan lahan, kobaran api yang terlihat cukup besar dalam video tetap menjadi perhatian.

Apalagi, kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih mudah menjalar apabila tidak diawasi dengan baik.

Jhon mengingatkan masyarakat agar kegiatan pembakaran untuk membersihkan lahan dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak meninggalkan api begitu saja.

Jangan sampai pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan justru berubah menjadi kebakaran yang merugikan masyarakat,” pesannya.

Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai.

Selain mengingatkan soal bahaya pembakaran lahan, Jhon juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi mengenai kebakaran.

Menurutnya, video yang memperlihatkan kobaran api dapat dengan cepat menimbulkan kepanikan apabila disebarkan tanpa disertai informasi yang jelas mengenai lokasi, waktu dan penyebab kejadian.

Ia mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya ke media sosial maupun grup percakapan.

“Masyarakat harus jeli dalam menyaring informasi. Jangan asal menyebarkan informasi sebelum mengetahui kebenaran dan faktanya,” imbaunya.

Peristiwa di Jalur 10 menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran lahan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Meskipun lokasi disebut jauh dari permukiman dan api berkaitan dengan kegiatan pembersihan lahan pertanian, kondisi cuaca kering tetap meningkatkan risiko api menjalar ke area lain.

Karena itu, warga yang melakukan pembakaran lahan diimbau memperhatikan kondisi angin, membuat batas aman di sekitar area yang dibakar, menyiapkan air atau sarana pemadaman, serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Bertani dan membersihkan lahan merupakan aktivitas masyarakat, tetapi keselamatan lingkungan harus tetap menjadi prioritas.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak mudah panik terhadap video yang beredar. Informasi harus diperiksa sebelum disebarkan, sementara setiap titik api tetap harus diperlakukan dengan serius.
Nemangkawipos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *