DPR

Semarak HUT ke-81 RI, Ardi Gebrak Ekonomi Keluarga Mimika: 100 Penerima Manfaat Dibekali Modal dan Pendampingan Usaha

3
×

Semarak HUT ke-81 RI, Ardi Gebrak Ekonomi Keluarga Mimika: 100 Penerima Manfaat Dibekali Modal dan Pendampingan Usaha

Sebarkan artikel ini

Capt: Wakil Ketua Bapemperda DPR Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.Ist., saat menyampaikan sambutan, menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat, serta foto bersama dalam kegiatan penguatan kapasitas TKMP di Timika. Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika diwarnai gebrakan dan terobosan dari Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.Ist.

Politisi yang akrab disapa Sobat Ardi itu menggelar kunjungan kerja sekaligus kegiatan Penguatan Kapasitas Penerima TKMP melalui Pelatihan Penyusunan LPJ dan Pengembangan Usaha Ayam Petelur untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga, Minggu (9/8/2026), di Aula Hotel Grand Tembaga, Timika.

Kegiatan tersebut mengusung semangat Bersama Membangun Keluarga Mandiri, Ekonomi Kuat, Masyarakat Sejahtera.”

Baca Juga :

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat Mimika agar tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha secara mandiri hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Dalam kegiatan tersebut, Ardi menjelaskan bahwa terdapat 100 penerima manfaat di Kabupaten Mimika yang mendapatkan dukungan melalui program Kementerian Ketenagakerjaan dengan nilai bantuan sebesar Rp5 juta per orang.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak boleh berhenti pada tahap penyerahan modal. Karena itu, pendampingan menjadi bagian penting agar penerima manfaat mampu mengelola bantuan, mengembangkan usaha, menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ), hingga memperoleh peluang pengembangan program berikutnya.

“Kami membawa bantuan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Ada 100 orang penerima manfaat di Kabupaten Mimika, dengan bantuan Rp5 juta per orang. Melalui program pendampingan ini kami kawal bagaimana masyarakat mendapatkan bantuan, mulai dari membuat proposal. Setelah mendapatkan bantuan, kita terus melakukan pendampingan sampai penerima manfaat menjalankan program dan menyelesaikan LPJ-nya. Setelah itu kita dampingi lagi untuk mendapatkan program lanjutan,” jelas Ardi.

Ardi menegaskan, penguatan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah untuk menekan angka pengangguran.

Ia berharap penerima manfaat tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga berkembang hingga dapat mempekerjakan tenaga kerja lainnya.

Kalau ada 100 UMKM dan satu UMKM bisa mempekerjakan dua orang saja, itu sudah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi 200 orang. Ini salah satu cara bagaimana pemerintah mengurangi angka pengangguran dengan memaksimalkan TKM dan UMKM,” katanya.

Menurut Ardi, program tersebut merupakan program tahunan Kementerian Ketenagakerjaan dengan kuota penerima manfaat secara nasional. Untuk tahun ini, terdapat sekitar 10 ribu kuota penerima manfaat secara nasional, sehingga ia berupaya memastikan masyarakat Papua Tengah turut mendapatkan akses yang sama.

Ia menjelaskan, proses mendapatkan bantuan tidak dilakukan secara otomatis. Para calon penerima harus melalui tahapan pengusulan, seleksi, hingga wawancara dari pihak kementerian.

“Kami membawa proposal dan nama-nama untuk mengikuti seleksi. Ada tahapan seleksi, kemudian wawancara langsung dari kementerian. Jadi penerima manfaat ini memang sudah mengikuti tahapan dan memiliki bentuk usaha yang sedang dijalankan secara riil. Mereka juga mempersiapkan apa yang menjadi persyaratan program,” ujarnya.

Ardi mengatakan, salah satu tujuan perjuangannya adalah memastikan program pemerintah pusat juga dapat dirasakan masyarakat di Papua Tengah.
Menurutnya, masyarakat di wilayah timur Indonesia harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses program pemberdayaan ekonomi dari pemerintah pusat.

“Kami berusaha agar Papua Tengah juga mendapatkan program seperti ini, tidak hanya masyarakat di Jawa dan daerah sekitarnya. Untuk Papua Tengah, ini merupakan tahun pertama. Kami berharap bantuan dan usaha yang dijalankan masyarakat bisa berkembang dan benar-benar memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Ia menilai, bantuan pemerintah akan jauh lebih bermanfaat apabila dibarengi dengan pendampingan dan pengawasan. Dengan demikian, penerima manfaat memiliki kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan dan tidak kembali bergantung pada bantuan.

Tidak hanya menghadirkan program dari Kementerian Ketenagakerjaan, Ardi juga memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat di penghujung kegiatan.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus mendukung masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Ardi, penerima manfaat, dan seluruh peserta. Semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut sejalan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI: kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap keluarga untuk berdiri mandiri, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.

Bagi Ardi, membangun ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut tumbuh menjadi usaha, usaha berkembang menjadi kekuatan ekonomi, dan kekuatan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lainnya.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *