DPR

Reses di Wonosari Jaya, Mariunus Tandiseno Serap Aspirasi Warga Soal Jalan, Banjir, Tapal Batas hingga Minyak Tanah

24
×

Reses di Wonosari Jaya, Mariunus Tandiseno Serap Aspirasi Warga Soal Jalan, Banjir, Tapal Batas hingga Minyak Tanah

Sebarkan artikel ini

Caption: Anggota DPRK Mimika Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari Partai Golkar, Mariunus Tandiseno, S.Sos., M.Si., berfoto bersama masyarakat usai menggelar kegiatan reses dan menyerap berbagai aspirasi warga di Distrik Wania, Kabupaten Mimika. (Foto: Stendy)

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Anggota DPRK Mimika Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari Partai Golkar, Mariunus Tandiseno, S.Sos., M.Si., menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 di Masjid Al-Naim, RT 13, Kampung Wonosari Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui DPRK Mimika kepada pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Mariunus mengatakan reses merupakan bagian dari tugas anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga :

“Kami hadir untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. DPRK memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami tindak lanjuti kepada pemerintah agar dapat menjadi perhatian dan direalisasikan sesuai skala prioritas,” ujarnya.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan mengemuka. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Miftahul Huda menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan terhadap pembangunan masjid yang saat ini sedang memasuki tahap renovasi, namun hingga kini belum memperoleh bantuan.

Sementara itu, warga bernama Reinold meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait sengketa tapal batas antara Kampung Nawaripi dan Kelurahan Wonosari Jaya yang hingga kini belum terselesaikan. Ia juga menyoroti persoalan keamanan karena maraknya aksi begal pada dini hari yang meresahkan masyarakat.

Tokoh masyarakat Heri mengusulkan agar pemerintah segera membuka akses jalan yang representatif karena sebagian jalan yang digunakan warga masih melintasi lahan milik masyarakat. Ia juga meminta normalisasi dan pelebaran drainase untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi saat hujan.

Selain itu, Heri mengeluhkan distribusi minyak tanah bersubsidi yang dinilai belum tertib. Menurutnya, masih banyak warga yang telah membawa KTP dan Kartu Keluarga, namun tetap tidak memperoleh jatah minyak tanah. Ia juga berharap pemerintah membentuk koperasi yang mampu menampung hasil panen para petani di Wonosari Jaya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Marianus Tandiseno menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan kepada pemerintah daerah.

Ia mengatakan akan turun langsung meninjau kondisi jalan yang dikeluhkan warga, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan kendala di lapangan. Untuk persoalan listrik, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan PLN guna mencari solusi.

Terkait pembangunan rumah ibadah, Marianus meminta panitia pembangunan masjid segera melengkapi gambar perencanaan dan proposal yang ditujukan kepada Bupati Mimika agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.

Mengenai persoalan tapal batas, ia menilai pemerintah perlu segera memberikan kepastian hukum agar tidak terus menimbulkan konflik di masyarakat.

Sebagai langkah awal menjawab kebutuhan penerangan, Marianus berkomitmen memberikan bantuan lima unit lampu jalan tenaga surya (solar cell), sementara penambahan lampu lainnya akan diperjuangkan melalui program pemerintah.

Untuk mengatasi banjir, ia mengungkapkan telah melakukan survei lokasi dan berencana mempercepat pembukaan saluran drainase menuju lahan pertanian. Menurutnya, alat berat dijadwalkan mulai bekerja pada pekan depan agar aliran air dapat kembali normal.

Sementara terkait distribusi minyak tanah, Marianus mengakui persoalan tersebut juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Mimika. Ia memastikan DPRK akan berkoordinasi dengan dinas terkait serta melakukan pengawasan agar penyaluran minyak tanah bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang berhak.

Di akhir pertemuan, Marianus juga menyatakan siap memperjuangkan bantuan seragam bagi ibu-ibu pengajian serta perlengkapan memasak untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di Kampung Wonosari Jaya.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *