DPR

Reses di Kampung Kawar, Asri Akkas Siap Perjuangkan Air Bersih, Lampu Jalan dan Rumah Layak Huni

3
×

Reses di Kampung Kawar, Asri Akkas Siap Perjuangkan Air Bersih, Lampu Jalan dan Rumah Layak Huni

Sebarkan artikel ini

Caption : Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, berdialog dengan masyarakat saat menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 di Kampung Kawar, Distrik Amar, Minggu (12/7/2026). Dalam reses tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan air bersih, rumah layak huni, penerangan jalan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 di Kampung Kawar, Distrik Amar, Minggu (12/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan air bersih, rumah layak huni, penerangan jalan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam dialog bersama warga, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa reses merupakan momentum bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sebagai bahan perjuangan di DPRK Mimika.

“Saya datang ke sini untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Saya sudah mengetahui bahwa salah satu persoalan utama di Kampung Kawar adalah air bersih. Mudah-mudahan Dinas PUPR dapat kembali melakukan perbaikan dan perawatan sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan air bersih secara normal,” ujar Asri.

Baca Juga :

Ia menjelaskan, DPRK Mimika saat ini telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih yang bertugas mengawasi pengelolaan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, instalasi air bersih yang telah dibangun harus kembali difungsikan agar masyarakat dapat menikmati pelayanan yang maksimal.

Selain itu, Asri juga berkomitmen mendorong pembangunan dermaga permanen di Kampung Kawar. Menurutnya, dermaga yang ada saat ini sudah tidak layak digunakan sehingga perlu dibangun dengan konstruksi beton yang lebih kokoh.

“Kami akan mendorong pembangunan dermaga permanen agar masyarakat memiliki akses transportasi yang lebih aman dan nyaman,” katanya.

Di bidang infrastruktur, Asri mengungkapkan bahwa pada tahun ini pemerintah akan memasang lampu penerangan jalan di sejumlah titik kampung yang masih minim penerangan.

“Bulan depan akan dipasang lampu jalan di beberapa titik kampung. Harapan saya, fasilitas yang dibangun pemerintah dapat dijaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah kampung agar dana desa digunakan secara tepat sasaran, terutama untuk program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, potensi perikanan di wilayah pesisir sangat besar sehingga perlu didukung melalui pembentukan kelompok nelayan agar masyarakat dapat memperoleh bantuan dan program pemberdayaan dari pemerintah.

“Kalau di sini dibentuk kelompok nelayan, saya siap mendorong bantuan dari pemerintah. Potensi hasil laut di wilayah pesisir sangat besar dan harus dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Kawar, Soter Mutapea, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat, di antaranya pembangunan rumah layak huni, rumah kader Posyandu, fasilitas umum, serta peningkatan sarana pendukung pelayanan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa sejak adanya pengurangan dana desa, pemerintah kampung mengalami keterbatasan dalam membiayai berbagai program pembangunan yang sebelumnya dapat dilaksanakan.

“Dulu dana desa banyak digunakan untuk pembangunan perahu fiber dan rumah layak huni. Sekarang anggarannya berkurang sehingga kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan perumahan,” katanya.

Soter juga berharap pemerintah segera mengoptimalkan kembali sistem penyediaan air bersih yang telah dibangun agar tidak menjadi aset yang terbengkalai.

“Air bersih yang sudah dibangun jangan dibiarkan begitu saja. Anggaran yang digunakan cukup besar, sehingga harus ada tenaga teknis yang mampu mengoperasikan dan merawat instalasi tersebut agar masyarakat benar-benar bisa menikmati air bersih,” tegasnya.

Melalui reses tersebut, masyarakat berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sehingga pembangunan di Kampung Kawar dapat berjalan lebih merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *