pemerintah kabupaten MimikaSwasta

PTFI Hibahkan Pipa HDPE untuk Pengembangan SPAM, Pemkab Mimika Targetkan Perluasan Layanan Air Bersih

3
×

PTFI Hibahkan Pipa HDPE untuk Pengembangan SPAM, Pemkab Mimika Targetkan Perluasan Layanan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Caption: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, bersama Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Josephina Leny Wongsoatmodjo, memperlihatkan dokumen berita acara serah terima hibah pipa HDPE dari PT Freeport Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Mimika di Mile Point (MP) 34, Distrik Kuala Kencana, Kamis (9/7/2026). Foto: Cristian

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menerima hibah pipa High-Density Polyethylene (HDPE) dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mendukung pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Mimika. Penyerahan hibah berlangsung di kawasan Area Pipeline Mile Point (MP) 34, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma, Vice President Government Relations PTFI Josephina Leny Wongsoatmodjo, Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi, Pj Sekda Abraham Kateyau, Kepala Bappeda Septinus Timang, Kepala BPKAD Marthen Tappi Malissa, Kepala Bapenda Dwi, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, mengatakan hibah pipa HDPE sepanjang sekitar 11 kilometer merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat Mimika.

Baca Juga :

Menurut Claus, air yang didistribusikan telah melalui pengujian laboratorium secara berkala, meliputi pemeriksaan tingkat keasaman (pH), kadar klorin, hingga kualitas mikrobiologi untuk memastikan air layak digunakan masyarakat.

“Air yang disalurkan telah melalui pengujian laboratorium secara rutin sehingga kualitasnya tetap terjaga. Kami berharap infrastruktur ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas layanan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pipa HDPE dipilih karena memiliki karakteristik yang ringan, fleksibel, serta lebih mudah dipasang pada berbagai kondisi medan dibandingkan material pipa konvensional.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam pengembangan jaringan air bersih.

Menurut Bupati, hibah tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PTFI.

“Kami akan menindaklanjuti kerja sama ini melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan masing-masing OPD. Tidak hanya bersama pemerintah, tetapi juga melibatkan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sehingga kolaborasi pembangunan di Mimika semakin kuat,” kata Johannes Rettob.

Usai prosesi serah terima di Mile 34, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers di Hotel Rimba Papua, Timika.

Dalam kesempatan tersebut, Claus Wamafma menjelaskan bahwa hibah pipa merupakan langkah strategis untuk mempercepat perluasan jaringan distribusi air bersih kepada masyarakat. PTFI juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis, termasuk pemantauan kualitas air secara berkala agar tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Bupati Johannes Rettob menambahkan, pipa hibah tersebut akan diintegrasikan ke dalam program pengembangan SPAM guna memperluas cakupan pelayanan air bersih ke wilayah-wilayah yang belum terlayani.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan bahwa spesifikasi pipa telah disesuaikan dengan kebutuhan jaringan distribusi air yang sudah ada sehingga dapat diintegrasikan secara bertahap.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya penolakan sebagian warga terhadap pemasangan pipa di lahan mereka. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pendekatan persuasif melalui kepala distrik, lurah, dan tokoh masyarakat agar proses pembangunan jaringan dapat berjalan sesuai rencana.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika tengah mempersiapkan pembentukan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) sebagai pengelola layanan air minum yang lebih profesional. Dalam proses tersebut, pemerintah melakukan studi banding ke sejumlah perusahaan air minum di Indonesia serta bekerja sama dengan UNICEF.

Mengakhiri keterangannya, Bupati Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur air bersih yang telah dibangun.

“Kalau fasilitas ini rusak, yang merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri. Karena itu mari kita jaga bersama agar pelayanan air bersih dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *