HUKRIM

Pilot PT AMA Tewas Akibat Luka Tembak, Satgas Damai Cartenz Pastikan Terus Kejar Pelaku Penyerangan di Yahukimo

3
×

Pilot PT AMA Tewas Akibat Luka Tembak, Satgas Damai Cartenz Pastikan Terus Kejar Pelaku Penyerangan di Yahukimo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA, Nemangkawipos.com – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Jenazah korban sebelumnya dievakuasi dari Timika menggunakan pesawat Boeing 737 (AI-7304) pada Jumat (3/7/2026) pukul 16.30 WIT dan tiba di Jayapura sekitar pukul 17.30 WIT. Proses penyambutan jenazah dihadiri Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur terkait.

Setibanya di Jayapura, dilaksanakan ibadah penguatan yang dipimpin Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan visum oleh tim dokter forensik.

Baca Juga :

Sekitar pukul 23.55 WIT, setelah proses visum selesai, jenazah diserahterimakan kepada perwakilan PT AMA. Selanjutnya, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menggelar konferensi pers di RS Bhayangkara Polda Papua.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, PT AMA, dan seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa tersebut.

“Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan visum dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

“Jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI. Selanjutnya kami melaksanakan pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penegakan hukum. Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, autopsi tidak dinilai diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi,” jelas Yusuf.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol. Dr. dr. Rommy Sebastian, mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban mengalami sejumlah luka berat akibat tembakan.

Ia menjelaskan, tim menemukan luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan sekitar telinga kanan, disertai luka lecet di sisi kanan kepala. Selain itu ditemukan patah tulang rahang atas kiri dan kanan serta patah rahang bawah sisi kanan akibat benturan benda tumpul.

“Pada pipi kiri ditemukan luka yang sesuai karakteristik luka tembak masuk tempel atau contact gunshot wound, yaitu posisi moncong senjata menempel pada permukaan kulit saat tembakan dilepaskan,” jelas Rommy.

Ia menambahkan, lintasan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan kerusakan berat pada tulang wajah dan dasar tengkorak.

“Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Cedera tersebut menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” katanya.

Sementara itu, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan aksi tersebut dilakukan oleh KKB Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin M. Mbalingga, yang dalam sejumlah unggahan media sosial mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” ujarnya.

Meski demikian, penyidik masih mendalami hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak, termasuk motif di balik penyerangan tersebut.

Menurut Era, aparat juga telah memperoleh dokumentasi yang memperlihatkan seorang pelaku berdiri di atas bangkai pesawat yang terbakar.

“Berdasarkan hasil identifikasi, pelaku yang terlihat dalam dokumentasi tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” ungkapnya.

Penyidik juga mendalami ancaman yang sebelumnya sempat disampaikan kelompok tersebut terhadap aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

Menanggapi narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan PT AMA dalam aktivitas selain misi kemanusiaan, Kasatgas Humas membantah tuduhan tersebut.

Menurut Yusuf, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA maupun Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.

“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa PT AMA selama ini menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara profesional untuk mengungkap seluruh pelaku beserta motif penyerangan, sekaligus memberikan kepastian hukum atas peristiwa yang menjadi perhatian nasional maupun internasional tersebut.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *