pemerintah kabupaten Mimika

Pemkab Mimika Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

11
×

Pemkab Mimika Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Papua Tengah, Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob, membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menekankan pentingnya otonomi daerah sebagai instrumen percepatan kesejahteraan masyarakat melalui tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.”

“Tema ini mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk bersama-sama mewujudkan Asta Cita, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :

Menurutnya, peringatan Hari Otda tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mengelola potensi secara mandiri, namun tetap selaras dengan target pembangunan nasional.

“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan tercapai optimal. Karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan,” jelasnya.

Bupati juga memaparkan sejumlah fokus strategis dalam pembenahan tata kelola pemerintahan ke depan, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran pusat-daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes) yang didukung digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal, peningkatan kolaborasi antar daerah, serta fokus pada layanan dasar dan pengentasan ketimpangan.

Selain itu, penguatan ketahanan nasional di tingkat lokal juga menjadi perhatian, termasuk upaya swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi desa melalui kewirausahaan dan investasi padat karya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan di daerah, seperti kerentanan terhadap krisis ekonomi, ketahanan pangan, hingga bencana alam yang dipicu perubahan iklim.

Pada sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan gizi peserta didik melalui program makan bergizi gratis serta penanganan stunting secara komprehensif.

Dalam sambutan tersebut, juga ditekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran daerah. Pemerintah daerah diminta menghindari kegiatan yang bersifat seremonial dan memastikan setiap anggaran memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Setiap rupiah yang digunakan harus memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Bupati berharap, melalui peringatan Hari Otda ke-30 ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan stabilitas ekonomi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

“Tantangan yang kita hadapi tidak mudah, namun dengan kerja sama dan sinergi yang kuat, saya yakin kita mampu mengatasinya,” tutupnya.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *