HUKRIM

Pemda dan Satgas Operasi Damai Cartenz Klarifikasi Isu Bom di Gereja Intan Jaya, Dipastikan Hanya Komponen Lonceng Gereja

7
×

Pemda dan Satgas Operasi Damai Cartenz Klarifikasi Isu Bom di Gereja Intan Jaya, Dipastikan Hanya Komponen Lonceng Gereja

Sebarkan artikel ini

Caption: Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan verifikasi lapangan terkait benda yang viral dan diduga sebagai bom di Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa, Distrik Sugapa. Hasil pengecekan memastikan benda tersebut merupakan bagian dari komponen lonceng gereja yang terlepas, bukan bahan peledak atau ranjau. Foto: Humas Ops Damai Cartenz 2026.

Example 468x60

INTAN JAYA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan bahwa benda yang sebelumnya viral di media sosial dan disebut-sebut sebagai bom atau ranjau di Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa Klasis Nabia, Kampung Sugapa Lama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, bukan merupakan bahan peledak maupun ranjau.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan koordinasi, verifikasi lapangan, dan pengecekan langsung oleh unsur Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama aparat keamanan terkait informasi yang sempat beredar luas di masyarakat.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan benda mencurigakan di lingkungan gereja viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi serta kekhawatiran di tengah masyarakat.

Baca Juga :

Menyikapi hal itu, Satgas Operasi Damai Cartenz segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mencegah timbulnya keresahan publik.

Dalam pertemuan awal dengan pemerintah daerah, Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, SE, pada Kamis (4/6/2026), menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan langsung dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Hasil verifikasi lapangan kemudian disampaikan dalam koordinasi lanjutan yang melibatkan Pemerintah Daerah, Satgas Operasi Damai Cartenz, dan Satgas TNI. Dari hasil pengecekan tersebut, benda yang sempat diduga sebagai bom atau ranjau dipastikan merupakan bagian dari komponen dalam lonceng gereja yang terlepas dan jatuh.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Yohakim Mujiaju, yang turut melakukan pengecekan langsung ke lokasi, menegaskan bahwa informasi mengenai adanya bom atau ranjau di gereja tidak benar.

“Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa benda yang sempat viral dan diduga sebagai bom atau ranjau tersebut merupakan bagian dari isi lonceng gereja. Karena itu masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat harus diverifikasi secara cermat sebelum disimpulkan sebagai ancaman keamanan.

“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penanganan informasi yang berkembang di masyarakat. Setelah dilakukan koordinasi dan verifikasi bersama pemerintah daerah serta unsur terkait, dipastikan bahwa benda yang beredar dalam video tersebut bukan bom ataupun ranjau. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” kata Faizal Ramadhani.

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu keresahan publik dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang langsung melakukan pengecekan ke lapangan sehingga fakta yang sebenarnya dapat segera diketahui masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga berencana menyampaikan klarifikasi resmi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi publik agar informasi yang benar dapat diterima secara luas dan menghindari munculnya spekulasi lanjutan.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi penyebaran informasi yang bersifat provokatif maupun menyesatkan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui sumber resmi dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Intan Jaya tetap terjaga.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *