Example floating
Example floating
organisasi

MIMIKA: ANTARA EMAS, SEREMONI JAKARTA, DAN NASIB OAP YANG TERLUPA ​Oleh: Louis Fernando Afeanpah

151
×

MIMIKA: ANTARA EMAS, SEREMONI JAKARTA, DAN NASIB OAP YANG TERLUPA ​Oleh: Louis Fernando Afeanpah

Sebarkan artikel ini

Caption : Mimika adalah paradoks!" Opini tajam dari Louis Fernando Afeanpah ini membedah realitas pahit di balik megahnya peluncuran Teras Mimika di Jakarta dan triliunan dana Otsus.

Example 468x60

Nemangkawipos.com – Mimika selalu dijual sebagai “Wajah Kemakmuran” Papua. Namun, mari kita jujur: Mimika adalah sebuah paradoks yang menyakitkan. Di balik gemerlap industri pertambangan raksasa dan triliunan dana Otsus, ada realitas sosiologis yang masih merintih di pinggiran. Kita punya segalanya, tapi rakyat kita masih jadi penonton di rumah sendiri.

​Teras Mimika: Jualan Produk atau Sekadar “Galeri Kerinduan”?

​Peluncuran Teras Mimika di Gedung SMESCO, Jakarta, baru-baru ini disambut tepuk tangan. Secara politis, ini tampak hebat. Tapi mari kita gunakan kacamata kritis: Apakah ini langkah strategis untuk mengubah struktur ekonomi Orang Asli Papua (OAP), atau hanya sekadar “pameran noken” yang sunyi dari transaksi nyata?

Baca Juga :

​Jangan sampai Teras Mimika hanya jadi pelarian promosi karena pasar di daerah sendiri gagal diproteksi. Jika gedung di Jakarta itu tidak melahirkan business matching yang menghubungkan pengusaha OAP dengan rantai pasok industri skala besar, maka itu hanyalah seremonial mahal yang sia-sia. Keindahan promosi di Jakarta harus dijawab dengan ketajaman regulasi di Timika!

​Pendidikan Kita: Pabrik Ijazah, Bukan Mesin Kompetensi

​Inilah kegagalan sistemik kita. Dana Otsus yang masif terjebak pada pendekatan formalitas. Kita mencetak lulusan dengan ijazah, tapi industri butuh sertifikasi. Mimika adalah raksasa industri, namun anak-anak asli kita tidak punya “tiket masuk” karena kurikulum pendidikan tidak pernah nyambung (mismatch) dengan kebutuhan industri pertambangan di depan mata.

​Kita tidak butuh sekadar sarjana; kita butuh pemain inti! Dana Otsus harusnya membiayai standarisasi kompetensi internasional bagi putra-putri daerah. Tanpa itu, anak-anak Papua hanya akan selamanya menjadi tenaga kasar, sementara posisi strategis diisi oleh orang luar.

​Urgensi Ranperda: Paksa Industri Serap Pengusaha OAP!

​Menyiapkan SDM saja tidak cukup jika tidak ada “karpet merah” regulasi. Ranperda Pemberdayaan Pengusaha OAP adalah harga mati! Kebijakan ini harus memaksa raksasa industri melakukan Vendor Development Program.

​Pengusaha OAP harus naik kelas! Dari sekadar pemburu proyek “receh”, menjadi pemain utama dalam supply chain industri. Teras Mimika di Jakarta harus menjadi bukti sukses pembinaan di daerah, bukan sekadar etalase kosong tanpa kedaulatan ekonomi di tanah sendiri.

​Kesimpulan: Stop Seremoni, Saatnya Aksi Membumi!

​Cukup sudah pola pikir bahwa masalah Papua selesai dengan gunting pita atau peluncuran program di pusat kota. Mimika adalah ujian integritas bagi pemerintah. Jika hulu (Pendidikan Vokasi) dan hilir (Pemberdayaan Ekonomi melalui Ranperda) tidak disinkronkan, maka semua promosi mewah itu hanya akan menjadi tabir penutup ketimpangan.

​Otsus harus dikembalikan ruhnya: Menjadikan anak asli Papua sebagai subjek, bukan objek penderita. Kita tidak butuh janji yang melangit; kita butuh emas yang keluar dari perut bumi Mimika berbanding lurus dengan martabat dan kesejahteraan mereka yang mendiami tanah ini!

​Timika, 25 Januari 2026

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *