KesehatanMasyarakat

Marsel Asyerem: Pembangunan Papua Tengah Jangan Hanya Fokus Infrastruktur

11
×

Marsel Asyerem: Pembangunan Papua Tengah Jangan Hanya Fokus Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

Capt: Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, saat menyampaikan pentingnya pembangunan kesehatan dan pemenuhan gizi dalam percepatan pembangunan Papua Tengah sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Provinsi Papua Tengah sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Menurutnya, pembangunan manusia melalui sektor kesehatan dan pemenuhan gizi harus menjadi prioritas utama.

Dalam tayangan video yang beredar baru-baru ini, Marsel menyampaikan bahwa percepatan pembangunan memang penting untuk mengejar ketertinggalan di berbagai sektor. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tidak melupakan fondasi utama pembangunan, yakni kualitas sumber daya manusia.

“Investasi terbaik bagi Papua Tengah bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada gizi dan kesehatan anak yang tumbuh di bumi Nabire dan Mepago,” ujar Marsel Asyerem, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :

Ia secara khusus menyoroti pentingnya perhatian terhadap pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan kunci utama dalam mencetak generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

Marsel menjelaskan bahwa pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung memang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, seluruh pembangunan itu tidak akan berdampak maksimal jika generasi penerus masih menghadapi persoalan kurang gizi dan stunting.

“Kalau anak-anak kita tidak sehat dan mengalami stunting, maka pembangunan sebesar apa pun tidak akan menghasilkan SDM yang mampu bersaing,” katanya.

Melalui momentum pemekaran Papua Tengah sebagai DOB, Marsel berharap Nabire dan wilayah Meepago dapat menjadi pelopor dalam program pengentasan persoalan kesehatan masyarakat, terutama stunting dan gizi buruk.

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, maupun lembaga swasta, untuk bersinergi membangun Papua Tengah dengan menempatkan sektor kesehatan dan gizi sebagai prioritas yang berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *