Example floating
Example floating
organisasi

KGAP Gelar Seminar “Selamatkan Generasi Muda Anak Papua”

349
×

KGAP Gelar Seminar “Selamatkan Generasi Muda Anak Papua”

Sebarkan artikel ini

Capt: Ketua KGAP, Maurit Pakage, bersama para narasumber dan peserta seminar “Selamatkan Generasi Muda Anak Papua” yang digelar di Gedung MPCC, Timika, Sabtu (2/8/2025).

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Komunitas Generasi Anak Papua (KGAP) menggelar seminar sehari bertema “Selamatkan Generasi Muda Anak Papua” sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi Papua di tengah tantangan perkembangan zaman.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung MPCC, Sabtu (2/8/2025), diikuti puluhan anak muda Papua dari berbagai latar belakang. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian materi yang dibawakan para narasumber.

Ketua KGAP, Maurit Pakage, menilai seminar ini penting karena generasi muda saat ini memiliki peluang besar terpengaruh aktivitas negatif. Ia menyoroti banyaknya anak muda yang tinggal di lingkungan yang tidak kondusif bagi pendidikan dan perkembangan perilaku positif.

Baca Juga :

“Setelah ini, kami akan berusaha memberikan sosialisasi langsung ke lapangan. Kami juga berharap pemerintah mendukung agar kegiatan ini bisa lebih besar lagi, sehingga semakin banyak anak-anak Papua yang terlibat,” ujarnya.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari berbagai bidang, yaitu Desarius Adii (Ketua Departemen Keadilan dan Perdamaian Gereja Kingmi di Tanah Papua), Zet Edowai, dan RD. Silfester, D.A.

Desarius Adii membawakan materi tentang pentingnya memahami budaya untuk membentuk jati diri. Menurutnya, kesadaran akan asal-usul keluarga, suku, kampung, dan marga dapat memperkuat arah hidup generasi muda.

“Kita harus kembali pada budaya masing-masing, menyadari kita berasal dari keluarga mana, suku mana, kampung mana, dan marga apa. Dari situ jati diri kita terbentuk dan arah hidup bisa lebih jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Zet Edowai memberikan materi dari perspektif kesehatan, membahas bahaya HIV/AIDS dan TBC yang erat kaitannya dengan pola pergaulan, serta dampaknya terhadap masa depan generasi muda.

RD. Silfester, D.A. menutup seminar dengan pandangan dari sisi keagamaan. Ia mengajak anak muda membentuk komunitas positif, menjauhi pergaulan bebas, dan menghindari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *