DPRHUKRIM

Ketua Fraksi Gerindra DPR Papua Tengah Minta Evaluasi Kapolres Mimika

18
×

Ketua Fraksi Gerindra DPR Papua Tengah Minta Evaluasi Kapolres Mimika

Sebarkan artikel ini

Caption : Araminus Omaleng saat diwawancarai di salah satu kafe di Timika terkait permintaannya kepada Kapolda Papua Tengah untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Mimika menyusul meningkatnya angka kriminalitas dan konflik di Distrik Kwamki Narama. Foto : Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya DPR Papua Tengah, Araminus Omaleng meminta Kapolda Papua Tengah dan Kapolri segera mengevaluasi kinerja Kapolres Mimika menyusul meningkatnya angka kriminalitas dan belum terselesaikannya konflik di Distrik Kwamki Narama.

Politisi muda Partai Gerindra itu menilai situasi keamanan di Kabupaten Mimika saat ini sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, konflik antarkelompok keluarga dan marga di Kwamki Narama yang telah berlangsung lebih dari satu tahun belum menunjukkan penyelesaian yang maksimal.

“Saya melihat dari segala persoalan keamanan di Kabupaten Mimika ini sedang tidak baik-baik saja. Perang antarkeluarga dan marga yang terjadi di Kwamki Narama tak kunjung selesai sampai hari ini,” ujar Araminus saat ditemui di salah satu kafe di Timika, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :

Ia menegaskan Kapolres Mimika dinilai gagal dalam menangani konflik sosial dan persoalan keamanan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Dengan ini saya menyatakan dengan tegas bahwa Kapolres Kabupaten Mimika dinyatakan gagal total karena tidak berhasil menyelesaikan masalah ini. Oleh sebab itu saya meminta Kapolda Papua Tengah bahkan Kapolri segera terlibat langsung dalam konflik di Distrik Kwamki Narama,” tegasnya.

Menurutnya, konflik yang terus berlangsung berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara serius oleh aparat keamanan dan pemerintah.

“Konflik yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada penyelesaian agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” katanya.

Araminus juga menyoroti meningkatnya angka kriminalitas di Mimika, mulai dari kasus pembunuhan hingga penemuan korban tanpa identitas yang menurutnya menjadi perhatian serius masyarakat.

“Sejak Kapolres baru di Kabupaten Mimika, saya melihat angka kriminal cukup tinggi, pembunuhan meningkat dan banyak ditemukan korban tanpa identitas. Isu keamanan ini menjadi topik hangat di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Ia meminta Kapolres Mimika mengambil langkah konkret dengan menjadi mediator dan mengundang seluruh unsur terkait guna mencari solusi penyelesaian konflik di Kwamki Narama.

“Saya minta Kapolres benar-benar menjadi mediator dengan mengundang semua unsur agar kita mencari penyelesaian bersama. Walaupun tim penanganan konflik sudah ada, tetapi belum maksimal,” katanya.

Sebagai anggota DPR Papua Tengah, Araminus mengaku akan menyurati Ketua Fraksi Gerindra DPR RI agar turut mendorong evaluasi terhadap Kapolres Mimika melalui Kapolda Papua Tengah.

Ia menilai persoalan keamanan di Mimika harus menjadi perhatian nasional karena Kabupaten Mimika merupakan daerah strategis yang dihuni masyarakat dari berbagai suku di Indonesia dan menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

“Mimika ini dapur dunia. Negara hidup dari Kabupaten Mimika karena PT Freeport Indonesia ada di sini. Semua masyarakat nusantara bekerja dan mencari makan di sini, bahkan warga asing juga ada di Mimika. Karena itu isu keamanan di Mimika tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dan aparat keamanan segera mengambil langkah serius demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika.

“Keamanan di Kabupaten Mimika sangat penting dan harus menjadi isu nasional. Mimika harus sama-sama kita jaga karena semua nusantara ada di sini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *