Olahraga

Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Wali Kota Nice Minta FIFA Gelar Satu Menit Hening untuk Korban Serangan Teror 2016

3
×

Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Wali Kota Nice Minta FIFA Gelar Satu Menit Hening untuk Korban Serangan Teror 2016

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NICE, Nemangkawipos.com – Wali Kota Nice, Prancis, Éric Ciotti, mengajukan permohonan kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) agar menggelar satu menit hening sebelum pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban serangan teroris di Promenade des Anglais, Nice, yang terjadi pada 14 Juli 2016 dan menewaskan 86 orangserta melukai ratusan lainnya.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, Ciotti menilai bahwa satu menit hening akan menjadi simbol solidaritas keluarga besar sepak bola dunia terhadap para korban terorisme dan keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga :

Menurutnya, momen penghormatan itu memiliki makna yang sangat mendalam karena bertepatan dengan peringatan 10 tahun tragedi yang mengguncang Prancis dan menjadi salah satu serangan teroris paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

“Penghormatan ini akan menunjukkan solidaritas keluarga sepak bola yang lebih luas kepada para korban terorisme dan orang-orang terkasih mereka,” tulis Ciotti dalam suratnya.

Ia menambahkan, penghormatan tersebut diyakini akan diterima dengan penuh haru oleh keluarga korban, para penyintas, dan seluruh masyarakat Prancis, sekaligus menjadi pengingat akan nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan solidaritas yang dijunjung tinggi dalam dunia olahraga.

Serangan di Nice terjadi pada malam 14 Juli 2016, saat ribuan warga memadati kawasan Promenade des Anglais untuk merayakan Hari Nasional Prancis (Bastille Day). Seorang pelaku mengemudikan truk ke arah kerumunan, menewaskan 86 orang dan menyebabkan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan tersebut. Apabila disetujui, satu menit hening akan menjadi bentuk penghormatan dunia sepak bola kepada para korban tragedi yang dikenang sebagai salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah modern Prancis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *