TIMIKA,nemangkawipos.com – Yohanes Kemong, Wakil Ketua Komisi I DPR Provinsi Papua Tengah, menolak pernyataan Gubernur Papua Tengah yang menyarankan tidak menggelar tradisi bakar batu dalam acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika.
Menurut Yohanes Kemong, larangan tersebut berpotensi menghilangkan budaya masyarakat Pegunungan Papua, terutama bagi suku Amungme di Mimika yang selalu melaksanakan ritual bakar batu sebagai bentuk ungkapan syukur dalam berbagai acara adat dan keagamaan.
“Budaya bakar batu adalah warisan leluhur yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan oleh orang Papua, khususnya masyarakat Pegunungan Papua. Suku Amungme selalu menjalankan bakar batu dalam acara adat dan syukuran sebagai simbol ucapan terima kasih kepada leluhur dan Tuhan atas pencapaian yang diraih,” tegas Yohanes kepada wartawan saat diwawancarai pada Sabtu, (29/3/2025).
Ia juga menyatakan kekecewaannya terhadap Gubernur Papua Tengah yang menganggap tradisi bakar batu dapat merugikan anggaran pembangunan.
“Saya sangat kecewa dengan pernyataan Gubernur Papua Tengah yang menyarankan acara syukuran dengan budaya bakar batu di Timika,” tambahnya.
Bakar batu merupakan tradisi penting bagi masyarakat Pegunungan Papua, tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas komunitas. Yohanes Kemong menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mendukung pelestarian budaya lokal, bukan menghambatnya.
Kontroversi ini mencerminkan pentingnya dialog antara pemimpin daerah dan masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian tradisi budaya.
Mungkin pak YK acara tradisi bukan 1 suku tapi pak YK sbgi pemipin perlu tau hidup dalam beragama berapa suku yg ada di papua Rasa Rasa pak Yk kadang kalah suku lain di pelecekan kita rasa2 masyarakat Gunung dr sorong sampai Samarai merasa org gunung juga tdk terlepas dr budaya maka juga papua umum🙏