DPR

Dua Tahun Mangkrak, Pasar Mapurujaya di Mimika Didesak Segera Beroperasi ​

3
×

Dua Tahun Mangkrak, Pasar Mapurujaya di Mimika Didesak Segera Beroperasi ​

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Aset bernilai miliaran rupiah milik Pemerintah Kabupaten Mimika, yakni Pasar Mapurujaya, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, sudah dua tahun sejak pembangunannya rampung, pasar tersebut belum juga difungsikan, meninggalkan bangunan megah yang terbengkalai tanpa denyut ekonomi.

Anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Dessy Putrika, S.E., mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk tidak lagi menunda pengoperasian pasar tersebut. Dalam kunjungan kerja reses tahap II yang dilakukan Senin (13/7/2026), Dessy menegaskan bahwa membiarkan fasilitas publik menganggur adalah bentuk pemborosan anggaran yang merugikan masyarakat.

​”Pasar ini sudah dibangun dua tahun lalu. Jangan sampai aset yang dibangun dengan uang rakyat hanya menjadi monumen bisu. Sudah saatnya Pasar Mapurujaya menjadi jantung ekonomi bagi masyarakat Mimika Timur dan kawasan pesisir,” tegas Dessy di sela-sela peninjauannya.

Baca Juga :

Selama ini, warga dari wilayah Pomako, Tipuka, hingga Hiripau harus menempuh perjalanan jauh ke Pasar Sentral Timika atau SP4 hanya untuk menjual hasil laut dan kebun. Hal ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga membengkakkan biaya transportasi bagi nelayan dan mama-mama Papua.

​Dengan dibukanya Pasar Mapurujaya, rantai distribusi yang panjang tersebut dipangkas. Kehadiran pasar ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga lokal.

​”Jika pasar ini aktif, mama-mama Papua dan petani lokal bisa langsung berjualan di sini. Ini akan memangkas biaya distribusi secara signifikan dan meningkatkan daya beli masyarakat,” tambah Dessy.

Tidak sekadar mendesak, Dessy juga menekankan pentingnya sistem keamanan yang terintegrasi. Ia mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika untuk segera mengalokasikan dukungan anggaran guna menjamin keamanan pasar.

Gayung bersambut, Pemerintah Distrik Mimika Timur, Babinsa, dan masyarakat setempat menyatakan siap mengamankan pasar selama 24 jam. Kepala Distrik Mimika Timur, Raymon Tanser, S.Sos., menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memastikan operasional pasar berjalan tertib dan berkelanjutan.

“Kami siap bersinergi dengan DPRK, TNI, dan seluruh elemen masyarakat agar pasar ini segera menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Mimika Timur,” ujar Raymon.

Publik kini menanti langkah nyata dari Pemkab Mimika. Apakah pasar ini akan segera dibuka dan menjadi lokomotif ekonomi bagi warga pesisir, atau kembali membiarkan aset tersebut dimakan waktu?

Revitalisasi dan pengoperasian segera Pasar Mapurujaya dipandang sebagai momentum krusial untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja baru bagi warga Mimika. Bagi masyarakat Mimika Timur, pasar ini bukan sekadar bangunan—ini adalah harapan akan kesejahteraan yang lebih dekat dan nyata.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *