DPR

Asri Akkas: Program Makan Bergizi Gratis di Mimika Harus Hidupkan Pasar Petani dan Nelayan Lokal Jangan Belanja dari Luar

3
×

Asri Akkas: Program Makan Bergizi Gratis di Mimika Harus Hidupkan Pasar Petani dan Nelayan Lokal Jangan Belanja dari Luar

Sebarkan artikel ini

Capt:Asri Akkas saat diwawancarai wartawan Nemangkawipos.com. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika diharapkan tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menghidupkan pasar bagi hasil produksi masyarakat lokal.

Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, S.Kom, mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mimika agar lebih banyak menyerap bahan pangan lokal dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut Asri, bahan pangan yang digunakan SPPG seharusnya dapat memanfaatkan potensi yang tersedia di Mimika, mulai dari hasil petani, nelayan, peternak hingga pelaku usaha pangan lokal.

Baca Juga :

“Kami sangat mendukung hal ini dan sebenarnya memang harus dilakukan. Karena MBG ini kan program nasional. Dan Satgas MBG Mimika pun mendorong agar ada penyerapan pangan lokal untuk program MBG tersebut,” kata Asri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2026).

Ia menilai, penggunaan bahan pangan lokal akan membuat manfaat MBG lebih luas. Tidak hanya anak sekolah sebagai penerima manfaat, tetapi masyarakat yang berada dalam rantai produksi pangan juga ikut merasakan dampaknya.

Asri juga mendorong agar jumlah SPPG di Kabupaten Mimika terus diperluas sehingga pelayanan MBG tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

“Kami harap sebenarnya di Kabupaten Mimika ini harus banyak, supaya seluruh wilayah ter-cover. Hal ini perlu diatur dengan baik agar program tersebut bisa berjalan maksimal dan perputaran ekonomi di masyarakat juga hidup, salah satunya dengan menyerap pangan lokal,” ujarnya.

Menurutnya, perluasan pelayanan juga harus menyentuh wilayah pesisir dan pedalaman, termasuk sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran sepanjang hari.

“Di wilayah pesisir dan pedalaman juga harus sama seperti itu. Ini kan sudah berjalan, namun belum mengakomodasi semua sekolah, termasuk sekolah sepanjang hari. Itu juga perlu di-cover,” kata pria yang akrab disapa Kaka Meno tersebut.

Asri juga meminta seluruh SPPG yang sudah berjalan di Mimika mengutamakan bahan pangan yang tersedia di daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

“Kita berharap semua SPPG yang ada ini supaya tidak mengambil dari luar. Kan, barang semua sudah tersedia di Timika ini. Mereka juga bisa ambil dari dinas terkait seperti peternakan, perikanan, ketahanan pangan,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan pangan untuk pelaksanaan MBG sebenarnya dapat dipenuhi melalui sejumlah sektor yang tersedia di Mimika, khususnya peternakan, perikanan dan ketahanan pangan.

Namun, pemanfaatan komoditas lokal oleh SPPG sejauh ini dinilai belum maksimal. Emanuel Kemong, Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Mimika, sebelumnya menyebut baru sekitar 10 pihak yang telah mengambil bahan pangan lokal melalui sektor ketahanan pangan.

Karena itu, ke depan diharapkan semakin banyak SPPG membangun kerja sama dengan penyedia maupun produsen pangan lokal.

Dengan pola tersebut, potensi pangan yang tersedia di Mimika dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan MBG sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat.

Asri menegaskan, MBG diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Program tersebut juga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan hasil produksi petani, nelayan, peternak dan pelaku usaha pangan lokal.

Dengan begitu, manfaat MBG diharapkan ikut dirasakan masyarakat dalam rantai produksi pangan dan mendorong perputaran ekonomi di Kabupaten Mimika.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *