DPR

Jembatan Lapuk hingga Krisis Listrik, Yuliana Dice Amisim Suarakan Jeritan Hati Masyarakat Agimuga ke Pemkab

63
×

Jembatan Lapuk hingga Krisis Listrik, Yuliana Dice Amisim Suarakan Jeritan Hati Masyarakat Agimuga ke Pemkab

Sebarkan artikel ini

Caption : Anggota DPRK Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yuliana Dice Amisim, S.E., berdialog dengan masyarakat saat menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 di Distrik Agimuga, Sabtu (11/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan jembatan, listrik, rumah layak huni, normalisasi sungai, serta pembangunan gereja di Kampung Fakafuku dan Mafasimamo. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Anggota DPRK Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yuliana Dice Amisim, S.E., melaksanakan reses tahap II di Distrik Agimuga pada Sabtu (11/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Yuliana berdialog langsung dengan masyarakat Kampung Fakafuku dan Kampung Mafasimamo untuk menyerap berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, hingga kesejahteraan masyarakat.

Politisi muda yang mewakili suara perempuan di DPRK Mimika itu mengatakan, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah.

Salah satu aspirasi utama adalah pembangunan jembatan apung untuk menggantikan jembatan kayu yang kondisinya sudah lapuk dan hampir ambruk.

Baca Juga :

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengerukan dan pendalaman sungai agar akses transportasi menuju Distrik Agimuga semakin lancar.

“Masyarakat mengusulkan pembangunan jembatan apung karena jembatan kayu yang ada saat ini sudah sangat memprihatinkan. Mereka juga meminta dilakukan pengerukan dan pendalaman sungai agar jalur transportasi air menuju Agimuga lebih mudah dilalui,” ujar Yuliana.

Selain persoalan infrastruktur, warga Fakafuku juga mengeluhkan kondisi gedung gereja yang terancam roboh akibat abrasi. Menurut Yuliana, bangunan gereja yang berada di tepi alur sungai terus mengalami pengikisan sehingga masyarakat berharap pemerintah dapat membantu pembangunan gereja di lokasi yang lebih aman.

“Masyarakat berharap gereja dapat dibangun kembali di dalam kampung karena lokasi yang lama terus terkikis erosi dan kondisinya sudah sangat membahayakan,” katanya.

Aspirasi lain yang mengemuka adalah kebutuhan penerangan listrik. Warga mengaku sudah hampir dua tahun hidup tanpa penerangan yang memadai dan berharap pemerintah segera menghadirkan layanan listrik di kampung mereka.

“Masyarakat sangat berharap adanya penerangan karena sudah hampir dua tahun mereka hidup dalam kondisi gelap. Ini menjadi kebutuhan dasar yang harus segera mendapat perhatian pemerintah,” ungkapnya.

Yuliana juga menyoroti kondisi jembatan penghubung antarkampung yang sudah tidak layak digunakan. Ia berharap pemerintah dapat membangun jembatan permanen atau jembatan apung seperti yang telah dibangun di beberapa wilayah pesisir lainnya.

Selain itu, ia mengaku prihatin melihat kondisi tempat tinggal masyarakat yang masih dihuni tiga hingga empat kepala keluarga dalam satu rumah.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Pemerintah harus benar-benar melihat kondisi riil masyarakat di lapangan. Masih banyak warga yang tinggal dalam satu rumah bersama beberapa kepala keluarga. Ini perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Yuliana meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi turun langsung ke kampung-kampung untuk melihat kebutuhan masyarakat.

“OPD harus mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, yaitu membangun dari kampung ke kota. Jangan hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat, baik di wilayah pesisir maupun pegunungan, karena persoalan yang mereka hadapi hampir sama,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan anggaran pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke kampung-kampung terpencil.

“Kita memiliki anggaran yang besar. Karena itu, saya berharap pemerintah benar-benar mengeksekusi program-program yang menyentuh masyarakat sehingga visi dan misi membangun dari kampung ke kota dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga Mimika,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *