DPR

Reses II 2026, Ardi Serahkan Beasiswa PIP dan Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Talk Show Hari Keluarga Nasional

1
×

Reses II 2026, Ardi Serahkan Beasiswa PIP dan Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Talk Show Hari Keluarga Nasional

Sebarkan artikel ini

Capt : Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., saat menyerahkan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026 kepada para pelajar dalam kegiatan Reses II Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan talk show Hari Keluarga Nasional bertema "Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa" di Hotel Serayu Timika, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus edukasi tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang berkarakter. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., menggelar Reses II Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026 serta talk show dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan tema “Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa”.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel  Serayu Timika, Sabtu (27/6/2026), dihadiri oleh pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Mimika, para konstituen, orang tua penerima manfaat, serta para pelajar penerima beasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Ardi menyerahkan bantuan beasiswa PIP kepada puluhan siswa sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.

Baca Juga :

Ia menjelaskan bahwa beasiswa yang disalurkan merupakan hasil rekomendasi DPR RI melalui Fraksi PKS yang bermitra dengan Kementerian Pendidikan.

“Tahun ini dari rekomendasi Fraksi PKS kami memperoleh kuota sebanyak 63 beasiswa. Hari ini kami menyerahkan beasiswa kepada sekitar 60 siswa, sedangkan sisanya akan disalurkan melalui mekanisme yang telah ditentukan,” ujarnya.

Menurut Ardi, seluruh proses administrasi pencairan dana telah dilakukan, termasuk aktivasi rekening penerima di Bank BRI. Para penerima kini hanya perlu membawa sertifikat penerima beasiswa serta Kartu Keluarga ke bank untuk melakukan pencairan dana.

“Kami sudah melakukan aktivasi rekening melalui virtual account. Selanjutnya para penerima cukup datang ke bank dengan membawa sertifikat yang kami berikan dan Kartu Keluarga untuk mencairkan bantuan tersebut,” jelasnya.

Ia berharap dana beasiswa benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, terutama menjelang tahun ajaran baru.

“Gunakan beasiswa ini untuk kepentingan sekolah, seperti membeli seragam, sepatu, perlengkapan belajar, maupun kebutuhan pendidikan lainnya. Kami berharap bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” katanya.

Ardi menambahkan, penyaluran Beasiswa PIP dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.

Selain bidang pendidikan, Ardi juga menyampaikan komitmennya dalam membantu masyarakat di sektor kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya pihaknya turut membantu masyarakat kurang mampu mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan serta membantu pembayaran iuran bagi warga yang membutuhkan.

“Untuk tahun ini kami masih menunggu kebijakan pemerintah. Namun kami akan terus berupaya agar masyarakat kurang mampu bisa memperoleh layanan BPJS secara gratis,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar rutin mengecek status kepesertaan BPJS Kesehatan setelah adanya proses pembaruan data yang dilakukan pemerintah.

“Jangan sampai ketika sudah sakit dan datang ke rumah sakit, baru diketahui kartu BPJS tidak aktif. Karena itu saya minta masyarakat mengecek secara berkala status kepesertaannya,” pesannya.

Pada momentum reses tersebut, Ardi juga menggelar talk show memperingati Hari Keluarga Nasional yang mengangkat pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang berkualitas. Keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan di sekolah, tetapi juga oleh pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan yang dibangun di lingkungan keluarga.

“Kita semua tentu ingin anak-anak menjadi pribadi yang sukses. Namun semua itu harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus memberikan teladan yang baik, karena anak akan belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari,” tuturnya.

Melalui kegiatan reses yang dipadukan dengan edukasi keluarga tersebut, Ardi berharap masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat melalui bantuan pendidikan, tetapi juga semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis sebagai pondasi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berkualitas.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *