EkonomiMasyarakatSwasta

Korwil BGN Nabire Blusukan ke Petani Tomat, Serap Aspirasi dan Pastikan Kesiapan Pasok Program MBG

3
×

Korwil BGN Nabire Blusukan ke Petani Tomat, Serap Aspirasi dan Pastikan Kesiapan Pasok Program MBG

Sebarkan artikel ini

Caption: Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Arsyam, saat melakukan kunjungan langsung ke sentra pertanian tomat milik Kelompok Tani Aski di Kampung Wiraska, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, guna menyerap aspirasi petani dan memastikan kesiapan pasokan hasil pertanian lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Stendy/Nemangkawipos.com.

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Arsyam, melakukan kunjungan langsung ke sentra pertanian tomat milik Kelompok Tani Aski di Kampung Wiraska, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (4/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BGN untuk menyerap aspirasi petani sekaligus memastikan ketersediaan hasil pertanian lokal yang nantinya akan disalurkan ke dapur-dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Nabire.

Marsel Arsyam mengatakan kehadiran BGN di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen negara untuk mendukung petani lokal sekaligus membangun kemitraan yang berkelanjutan antara petani dan program pemerintah.

Baca Juga :

“Kehadiran kami di Kampung Wiraska ini untuk memastikan secara langsung bahwa para petani benar-benar memiliki hasil pertanian yang siap dipasarkan. Nantinya hasil produksi tersebut akan diserap oleh dapur-dapur MBG yang ada di Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Menurut Marsel, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyerapan hasil pertanian masyarakat.

“Kami ingin membawa misi negara hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. Selain menyerap aspirasi, kami juga memberikan edukasi dan motivasi kepada para petani agar semakin semangat dalam meningkatkan produksi pertanian mereka,” katanya.

Ia berharap Kelompok Tani Aski dapat terus meningkatkan produktivitas, khususnya komoditas tomat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasokan bagi dapur-dapur MBG yang beroperasi di wilayah Distrik Yaro dan sekitarnya.

Marsel juga menegaskan bahwa para petani kini memiliki peluang pasar yang lebih pasti melalui program MBG yang dijalankan pemerintah.

“Kepada Kelompok Tani Aski, tetap semangat dalam mengembangkan usaha pertanian. Hari ini para petani sudah memiliki pasar yang jelas melalui dapur-dapur MBG. Kami siap membeli hasil pertanian bapak dan ibu sekalian sesuai kebutuhan program,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara petani dan Program Makan Bergizi Gratis, diharapkan sektor pertanian lokal semakin berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *