organisasi

Pemuda Muslim Mimika dan Sejumlah Organisasi Gelar Aksi Galang Dana untuk Pembangunan Kembali Gereja St. Fransiskus Poumako

18
×

Pemuda Muslim Mimika dan Sejumlah Organisasi Gelar Aksi Galang Dana untuk Pembangunan Kembali Gereja St. Fransiskus Poumako

Sebarkan artikel ini

Caption : Pemuda Muslim Kabupaten Mimika bersama KNPI, organisasi Cipayung, YLBH Papua Tengah, PMI Mimika dan berbagai elemen kepemudaan saat menggelar aksi penggalangan dana di Jalan Cenderawasih, Timika, Rabu (3/6/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk membantu pembangunan kembali Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Poumako yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com  – Musibah kebakaran yang menimpa Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Poumako menggerakkan hati berbagai elemen pemuda di Kabupaten Mimika. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antarumat beragama, Pemuda Muslim Kabupaten Mimika bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan menggelar aksi penggalangan dana di Jalan Cenderawasih, Timika, Rabu (3/6/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai organisasi, di antaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), kelompok Cipayung, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMI) Mimika, Pemuda Katolik Mimika serta sejumlah komunitas kepemudaan lainnya.

Kegiatan ini bertujuan membantu pembangunan kembali Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Poumako, Distrik Mimika Timur, yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran.

Baca Juga :

Ketua Pemuda Muslim Kabupaten Mimika, Arifin Letsoin, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud nyata toleransi dan kepedulian antarumat beragama yang selama ini terjalin harmonis di Kabupaten Mimika.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama membantu pembangunan kembali Gereja St. Fransiskus Poumako. Mari kita wujudkan nilai-nilai toleransi bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata,” ujar Arifin.

Menurutnya, bantuan sekecil apa pun yang diberikan masyarakat akan sangat berarti dalam mendukung proses pembangunan kembali rumah ibadah yang menjadi pusat pelayanan umat Katolik di wilayah Poumako.

“Seribu atau dua ribu rupiah yang diberikan masyarakat sangat berarti. Yang terpenting adalah kepedulian dan kebersamaan kita dalam membantu saudara-saudara yang sedang mengalami musibah,” katanya.

Hal senada disampaikan Stevi Rahyanan. Ia mengajak masyarakat Mimika untuk menunjukkan kepedulian terhadap musibah yang terjadi di daerah sendiri.

“Jangan hanya ketika ada musibah di daerah lain kita cepat membuka mata, tetapi ketika musibah terjadi di Kabupaten Mimika sendiri kita justru menutup mata. Mari kita tanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di Mimika, rumah kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ocen Mayabubun menegaskan bahwa kegiatan penggalangan dana tersebut murni merupakan panggilan kemanusiaan untuk membantu pembangunan kembali gereja yang terbakar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang melintasi Jalan Cenderawasih untuk ikut berpartisipasi membantu pembangunan kembali Gereja St. Fransiskus Poumako sebagai wujud kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Ketua Karateker KNPI Mimika, Arden Temorubun, mengatakan seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk mendukung pembangunan kembali gedung gereja yang terdampak kebakaran.

“Kami percaya kepedulian yang kecil jika dilakukan bersama-sama akan menjadi bantuan besar bagi saudara-saudara kita di Poumako. Semangat gotong royong inilah yang ingin kita tunjukkan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari berbagai organisasi lainnya, termasuk unsur Cipayung dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Papua Tengah. Perwakilan YLBH Papua Tengah, Deby Santoso, mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Kami membuka donasi bagi seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi. Mari bersama-sama membantu agar Gereja St. Fransiskus Poumako dapat dibangun kembali sehingga saudara-saudara kita dapat kembali beribadah dengan nyaman seperti sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PMI Mimika, Jul Fikri, menegaskan bahwa kehadiran berbagai organisasi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk panggilan kemanusiaan dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.

“Kita hidup, bekerja, dan mencari nafkah di Mimika. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab moral kita bersama untuk saling membantu ketika ada saudara-saudara kita yang mengalami musibah,” ujarnya.

Melalui aksi penggalangan dana tersebut, para pemuda berharap seluruh elemen masyarakat Mimika dapat bergandengan tangan membantu proses pembangunan kembali Gereja St. Fransiskus Poumako.

Pemuda juga berharap semangat toleransi, persaudaraan, dan gotong royong yang selama ini terjaga di Kabupaten Mimika dapat terus diperkuat sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Semoga setiap bantuan dan kepedulian yang diberikan masyarakat mendapat balasan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Jul Fikri.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *