EkonomiKesehatanMasyarakat

Program MBG Nabire Wajibkan Dapur Beli Hasil Mama Papua, Dorong Ekonomi Lokal

9
×

Program MBG Nabire Wajibkan Dapur Beli Hasil Mama Papua, Dorong Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

Caption : Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, saat berdialog dengan mama-mama Papua yang berjualan pangan lokal di Pasar Sore Nabire guna memastikan kesiapan pasokan sayur dan umbi-umbian untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire terus didorong agar tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi mama-mama Papua dan petani lokal.

Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa program nasional tersebut harus menjadi berkat nyata bagi masyarakat setempat, khususnya para petani dan penjual sayur lokal di Nabire.

Untuk memastikan kesiapan pasokan bahan pangan, Marsel turun langsung meninjau Pasar Sore Nabire pada Senin (18/5/2026). Peninjauan dilakukan guna mengecek ketersediaan sayur-mayur dan umbi-umbian berkualitas yang nantinya akan disuplai secara rutin ke dapur-dapur MBG.

Baca Juga :

Dalam kesempatan itu, Marsel mengungkapkan pihaknya telah menerapkan program inovatif One Day No Rice atau satu hari tanpa nasi. Melalui program tersebut, konsumsi karbohidrat diganti menggunakan pangan lokal seperti umbi-umbian dan sayuran khas Nabire.

“Kami ingin program MBG ini benar-benar memberi manfaat langsung kepada mama-mama Papua dan petani lokal. Karena itu, pangan lokal harus menjadi bagian utama dalam penyediaan menu MBG,” ujar Marsel.

Ia juga menegaskan bahwa 14 dapur MBG di Kabupaten Nabire diwajibkan membeli hasil panen dari mama-mama Papua sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi masyarakat lokal.

Langkah tersebut dilakukan agar perputaran ekonomi dari program MBG dapat dirasakan langsung oleh para pedagang dan petani kecil di pasar tradisional.

Menurut Marsel, kebutuhan logistik program MBG cukup besar. Setiap dapur MBG membutuhkan sekitar 100 hingga 250 ikat sayur atau setara 50 hingga 100 kilogram per hari. Selain itu, kebutuhan umbi-umbian berkisar antara 25 sampai 50 karung tergantung menu yang disajikan.

Melihat tingginya kebutuhan tersebut, Marsel mengajak mama-mama Papua untuk terus meningkatkan hasil pertanian dengan lebih rajin menanam.

“Kami berharap program ini bisa berjalan berkelanjutan, sehingga tidak hanya memperbaiki gizi anak-anak tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga mama-mama Papua,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *