HUKRIM

Tragedi Tembagapura: Nalince Wamang Gugur di Tengah Mimpi Kuliah, Enam Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer

29
×

Tragedi Tembagapura: Nalince Wamang Gugur di Tengah Mimpi Kuliah, Enam Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Tanah Papua kembali berduka. Operasi militer yang berlangsung di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, pada Kamis malam (7/5/2026) diduga menewaskan enam warga sipil dan menyebabkan sejumlah lainnya mengalami luka tembak.

Salah satu korban meninggal dunia adalah Nalince Wamang (17), remaja perempuan yang baru saja menyelesaikan ujian sekolah di SMK Petra Mimika tahun ajaran 2025/2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi di area pendulangan emas Mile 69–71, wilayah operasional PT Freeport Indonesia. Korban diketahui berada di lokasi bersama keluarga untuk mencari biaya pendidikan guna melanjutkan kuliah.

Baca Juga :

Dalam rekaman video yang diterima media, kakak korban mengungkapkan bahwa malam itu mereka sedang berada di dalam camp bersama ibu dan adik-adik sambil minum kopi sebelum tiba-tiba aparat bersenjata datang.

“Mereka datang tanpa sapaan dan langsung tembak ke dalam camp,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, dua adik korban dilaporkan mengalami luka tembak. Sementara Nalince disebut berlari ke arah hutan dalam kondisi terluka sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Keluarga juga mengaku sempat mengungsi ke Kampung Kimbeli karena situasi yang mencekam.

Insiden tersebut memicu ketakutan di tengah masyarakat Tembagapura. Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke Kampung Kimbeli, Banti, hingga ke Kota Timika karena khawatir akan adanya operasi lanjutan.

Narasi duka turut menyebar luas di media sosial bersamaan dengan foto korban.

“Apakah negara menyediakan timah panas itu untuk membunuh generasi penerus bangsa dan masyarakat sipil?” demikian bunyi salah satu narasi yang beredar.

Ketua Majelis Rakyat Papua Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua Tengah agar jenazah korban dapat dibawa ke Timika sesuai permintaan keluarga.

Menurutnya, pihak kepolisian telah merespons dengan membantu proses evakuasi jenazah dari Tembagapura menuju rumah duka di Timika.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap pendekatan keamanan di wilayah konflik Papua, khususnya terkait perlindungan warga sipil dalam operasi aparat bersenjata.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari aparat keamanan terkait kronologi operasi, termasuk dugaan penggunaan kekuatan bersenjata di lokasi yang disebut dihuni masyarakat sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *