pemerintah kabupaten Mimika

Guru SD di Pedalaman Mimika Pendarahan, Dievakuasi Gunakan Helikopter

2
×

Guru SD di Pedalaman Mimika Pendarahan, Dievakuasi Gunakan Helikopter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Seorang guru sekolah dasar (SD) yang bertugas di pedalaman Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dilaporkan mengalami kondisi darurat akibat pendarahan serius dan harus segera dievakuasi.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Anton Welerebun, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, guru tersebut saat ini berada di Distrik Hoya dan membutuhkan penanganan medis segera.

“Pasien mengalami pendarahan. Di lokasi tidak ada tenaga kesehatan, sehingga harus segera dievakuasi,” ujar Anton saat ditemui di Kantor Bappeda Mimika, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :

Anton menjelaskan, proses evakuasi sebenarnya telah direncanakan sejak pagi hari. Namun, hingga saat ini belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

“Kita rencanakan evakuasi pagi ini, tetapi terkendala cuaca yang kurang baik,” katanya.

Menurutnya, pihak pilot helikopter masih menunggu kondisi cuaca membaik, baik di Timika maupun di jalur penerbangan menuju Distrik Hoya.

“Kalau cuaca di jalur sudah terbuka, terutama di wilayah Jila, evakuasi langsung dilakukan. Kita tunggu sampai sekitar pukul 13.00 WIT,” jelasnya.

Saat ini, guru yang bersangkutan dilaporkan sudah berada di lokasi bandara setempat untuk menunggu proses evakuasi.

Anton menambahkan, laporan mengenai kondisi darurat tersebut baru diterima pihaknya sehari sebelumnya, dan langsung ditindaklanjuti.

“Laporan baru kami terima kemarin, dan langsung kami upayakan evakuasi. Bahkan sejak kemarin kami sudah berusaha mendatangkan helikopter,” ujarnya.

Kejadian ini kembali menyoroti keterbatasan layanan kesehatan di wilayah pedalaman Mimika, khususnya di distrik-distrik terpencil yang belum memiliki tenaga medis tetap.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di wilayah tersebut agar kasus serupa dapat ditangani lebih cepat tanpa harus menunggu evakuasi darurat.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *