Example floating
Example floating
HUKRIM

DARAH DI GANG SINGARAJA! Sadis, Korban Ditikam Lalu Diseret ke Tempat Sampah, Massa Amuk Blokade Jalan Ahmad Yani

492
×

DARAH DI GANG SINGARAJA! Sadis, Korban Ditikam Lalu Diseret ke Tempat Sampah, Massa Amuk Blokade Jalan Ahmad Yani

Sebarkan artikel ini

Caption : Biadab! Aksi penikaman sadis terjadi di Gang Singaraja, Koperapoka (28/1/2026. Foto . Screnshot

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kota Timika kembali mencekam. Aroma darah dan asap pembakaran ban menyelimuti kawasan Koperapoka setelah aksi penikaman brutal mengguncang Gang Singaraja pada Rabu (28/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.

​Tindakan pelaku benar-benar di luar batas kemanusiaan. Informasi yang dihimpun Nemangkawipos.com, korban yang merupakan seorang laki-laki tidak hanya ditikam secara membabi buta, tetapi juga diperlakukan secara keji oleh pelaku.

​“Habis tikam, korban langsung diseret ke tong sampah seperti binatang. Sekarang sudah dievakuasi ke RSUD,” ungkap Arifin, salah satu warga di TKP dengan nada bergetar menahan amarah.

Baca Juga :

​Tak butuh waktu lama bagi amarah warga dan pihak keluarga untuk meledak. Tidak terima dengan tindakan biadab pelaku yang hingga kini masih berkeliaran menghirup udara bebas, massa langsung melakukan aksi spontan memblokir ruas Jalan Ahmad Yani.

Pantauan di lapangan, akses masuk ke Gang Singaraja ditutup total. Massa yang tersulut emosi melakukan aksi bakar ban di tengah jalan, menciptakan barikade asap hitam sebagai simbol perlawanan dan tuntutan keadilan yang harga mati. Situasi dilaporkan sangat tegang, memaksa dua unit mobil patroli kepolisian bersiaga penuh di lokasi guna meredam bentrokan yang lebih besar.

Hingga saat ini, pelaku penikaman sadis tersebut masih menjadi misteri. Polisi memang telah berada di lokasi, namun tuntutan warga hanya satu: Tangkap pelaku sekarang juga! Motif di balik aksi seret korban ke tempat sampah ini pun masih dalam penyelidikan gelap. ​Masyarakat meminta kepolisian tidak hanya memberikan imbauan sabar, tetapi menunjukkan taringnya dalam membekuk pelaku.

“Kami tidak butuh kata-kata, kami butuh pelaku ditangkap! Timika sudah tidak aman kalau bajingan seperti itu masih bebas berkeliaran,” teriak salah satu kerabat korban di lokasi pemalangan.

​Akibat aksi pemalangan ini, arus lalu lintas di jantung kota Timika mengalami lumpuh total. Kepolisian terus berupaya melakukan negosiasi, namun massa bersikeras tidak akan membuka palang sebelum ada titik terang mengenai nasib pelaku yang telah mencoreng kedamaian di Bumi Amungsa.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *