organisasi

Malaria Masih Tinggi, PAM GKI Mimika Ajak Anak Muda Baku Gandeng Jaga Lingkungan

367
×

Malaria Masih Tinggi, PAM GKI Mimika Ajak Anak Muda Baku Gandeng Jaga Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Upaya menekan kasus malaria di Kabupaten Mimika dinilai membutuhkan gerakan bersama, termasuk keterlibatan anak muda. PAM GKI Klasis Mimika menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan di Timika untuk mendukung program eliminasi malaria.

Kepala Seksi PAM GKI Klasis Mimika, Alfred Toridu, mengatakan pemuda memiliki potensi besar untuk ikut mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran tentang bahaya malaria.

Pernyataan itu disampaikan Alfred, Rabu (7/10/2026), menyikapi kondisi malaria di Mimika yang masih tergolong tinggi.

Baca Juga :

Berdasarkan materi Capaian Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang diperbarui pada 22 September 2026, Kabupaten Mimika tercatat memiliki 118.314 kasus positif malaria, dengan Annual Parasite Incidence (API) 556,04 per 1.000 penduduk dan berada pada kategori Endemis Tinggi III.

Alfred mengatakan kondisi lingkungan di Timika yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, ditambah kepadatan penduduk di kawasan perkotaan, menjadi tantangan yang harus diperhatikan dalam pengendalian malaria.

“Timika ini kan daerah endemis. Lingkungan kita di sini memang sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk. Ditambah lagi kepadatan penduduk yang terpusat di kawasan kota, jadi pola pikir dan perilaku masyarakat juga perlu diperhatikan dalam pengendalian malaria di Timika,” kata Alfred.

Menurut Alfred, sudah waktunya pemuda mengambil bagian lebih besar dalam upaya eliminasi malaria. Jumlah anak muda yang cukup banyak serta semangat untuk terlibat dinilai menjadi modal penting dalam menggerakkan masyarakat.

“Sudah saatnya kami juga dilibatkan, kami ini anak-anak muda kan jumlahnya banyak dan masih semangat-semangatnya,” ujarnya.

Ia mengatakan keterlibatan pemuda dapat dilakukan melalui kerja sama antarkomunitas dan organisasi kepemudaan yang ada di Timika. PAM GKI Klasis Mimika, kata Alfred, siap membuka ruang kolaborasi untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan malaria.

“Kita siap berkolaborasi dengan organisasi pemuda lain yang ada di Timika sini, kita sama-sama ajak masyarakat untuk lebih sadar terkait malaria,” katanya.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak harus dimulai dari hal besar. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat tinggal dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan setiap keluarga.

Alfred mengajak anak-anak muda di Timika menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Ia berharap kebiasaan tersebut kemudian dapat menular kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Ayo anak-anak Timika, kita sama-sama jaga lingkungan rumah kita supaya bersih. Kalau rumah bersih kita juga akan sehat, kalau kita sehat kan jadi lebih produktif,” ujar Alfred.

Ia menilai eliminasi malaria membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dan tenaga kesehatan tetap memiliki peran penting, namun masyarakat, organisasi keagamaan, pemuda dan komunitas lokal juga perlu bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Bagi PAM GKI Klasis Mimika, keterlibatan pemuda diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian malaria di Kabupaten Mimika.
(STENDY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *