DPR

Timika Dikepung Kabut Asap Diduga Kiriman dari Merauke, Warga Ngaku Bingung dan DPRK Minta Pemkab Turun Tangan

2
×

Timika Dikepung Kabut Asap Diduga Kiriman dari Merauke, Warga Ngaku Bingung dan DPRK Minta Pemkab Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Caption: Wakil Ketua Komisi II DPRK Mimika saat diwawancarai. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam beberapa hari terakhir mulai mendapat perhatian DPRK Mimika. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga serta aktivitas penerbangan apabila jarak pandang terus menurun.

Kabut asap yang terlihat di sejumlah wilayah Mimika diduga merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Merauke.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa. Namun, sebagian warga terpaksa beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker karena tidak memiliki persediaan alat pelindung tersebut.

Baca Juga :

Yeni, seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Timika, Senin (28/9/2026), mengaku kabut asap mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kami mau pakai masker, tetapi di rumah tidak tersedia masker. Jadi kami melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Yeni.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah paparan kabut asap tersebut berbahaya bagi kesehatan.

“Kita juga tidak tahu apakah ini berbahaya atau tidak untuk kita. Memang sudah beberapa hari ini berkabut asap seperti ini,” ujarnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi II DPRK Mimika, Mariunus Tandiseno. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat.

Menurut Mariunus, pemerintah tidak cukup hanya memberikan imbauan. Dinas terkait dinilai perlu turun langsung memberikan bantuan, terutama masker kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kita itu harusnya dari Dinas Kesehatan harus turun, memberikan bantuan kepada masyarakat,” kata Mariunus saat ditemui di Gedung DPRK Mimika.

Ia juga mendorong pemerintah meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko paparan kabut asap, khususnya terhadap sistem pernapasan dan paru-paru.

“Lebih baik dinas terkait harus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Mariunus secara khusus meminta pemerintah memperhatikan kondisi pelajar yang setiap hari harus beraktivitas di sekolah.

Menurutnya, pembagian masker dapat dilakukan melalui sekolah sehingga perlindungan terhadap siswa dapat dilakukan secara langsung.

“Terutama siswa-siswi di sekolah-sekolah. Mereka bisa langsung bawa ke sekolah maskernya,” katanya.

Ia menilai langkah tersebut penting karena tidak semua masyarakat memiliki persediaan masker di rumah, sementara aktivitas warga tetap berjalan di tengah kondisi udara yang berkabut asap.

Tidak hanya kesehatan masyarakat, Mariunus juga mengingatkan adanya potensi gangguan terhadap aktivitas penerbangan apabila kabut asap menyebabkan jarak pandang menurun.

“Ini juga menghambat penerbangan. Bisa nanti terkendala ke Jayapura, ke Biak. Jadi situasi penerbangan ini bisa jadi bermasalah,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak kabut asap.

Menurutnya, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi udara dan langkah perlindungan yang harus dilakukan.

Ia menegaskan penanganan kabut asap tidak boleh berhenti pada imbauan. Pemerintah perlu hadir melalui langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat, terutama kelompok rentan dan anak-anak sekolah.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *