HUKRIM

Jenazah Korban Penembakan Habema Dipulangkan ke Toraja, Polisi Kejar Terduga Pelaku

37
×

Jenazah Korban Penembakan Habema Dipulangkan ke Toraja, Polisi Kejar Terduga Pelaku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WAMENA, Nemangkawipos.com – Jenazah AS (41), korban penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Jenazah bersama keluarga diberangkatkan dari Wamena sekitar pukul 10.00 WIT menuju Sentani. Dari Sentani, jenazah kemudian diterbangkan ke Makassar sekitar pukul 12.00 WIT sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Toraja.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan proses pemulangan jenazah dilakukan setelah keluarga korban tiba di Wamena.

Baca Juga :

“Sebelumnya, istri korban AS dijemput oleh rekan-rekan TNI menggunakan helikopter dari kediamannya di Lugah untuk dibawa ke Wamena. Setelah bertemu dengan keluarga, proses pemulangan jenazah kemudian dilanjutkan menuju Sentani dan selanjutnya ke Makassar,” ujar Yusuf saat ditemui media, Jumat (18/9).

Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya dan unsur TNI masih melakukan penyelidikan serta pencarian terhadap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, personel gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyisiran di sekitar lokasi, mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kami tetap tidak tinggal diam dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut,” kata Yusuf.

Ia mengatakan aparat masih mendalami identitas dan keberadaan pihak yang diduga terlibat. Menurutnya, proses penanganan perkara tetap mengedepankan mekanisme hukum dan setiap orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka harus didukung bukti yang cukup.

“Kita harus memastikan betul siapa para tersangka dan di mana keberadaannya sehingga dapat dilakukan penangkapan untuk kemudian diajukan ke proses hukum,” ujarnya.

Yusuf menegaskan aparat tidak ingin mengambil tindakan di luar koridor penegakan hukum karena dapat berdampak terhadap masyarakat sipil.

“Kami tidak bisa melakukan upaya di luar proses penegakan hukum karena yang akan menanggung akibatnya dan dirugikan adalah masyarakat sipil,” katanya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan sejumlah langkah awal setelah kejadian.

“Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, olah TKP, penyisiran di sekitar lokasi, pengumpulan barang bukti, pendalaman keterangan para saksi, serta melakukan evakuasi terhadap korban,” kata Faizal.

Menurut dia, seluruh langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan fakta dan informasi yang berkaitan dengan kejadian.

Untuk penanganan berikutnya, kata Faizal, penyelidikan dan pencarian terhadap pihak yang diduga terlibat masih terus dilakukan.

“Setiap perkembangan akan kami dalami berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Faizal memastikan pihak yang nantinya terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Apabila dalam proses penyelidikan dan penyidikan terdapat pihak yang terbukti terlibat, tentu akan kami tindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga AS.

“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum AS. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi duka ini,” ujar Adarma.

Ia mengatakan proses pemulangan jenazah telah dilakukan dengan pengawalan dan diupayakan berjalan aman hingga diserahkan kepada keluarga di kampung halaman.

Adarma juga mengimbau masyarakat, khususnya di Jayawijaya, tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Jayawijaya agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan perjalanan menuju daerah-daerah yang jauh dari pusat kota,” katanya.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan dan pembakaran kendaraan yang menewaskan AS di kawasan Habema.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *