pemerintah kabupaten Mimika

Bupati Mimika Siapkan “Peta Talenta” ASN: Kinerja Bagus Berpeluang Naik Jabatan, yang Tak Mampu Siap Dievaluasi

115
×

Bupati Mimika Siapkan “Peta Talenta” ASN: Kinerja Bagus Berpeluang Naik Jabatan, yang Tak Mampu Siap Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Bupati Mimika Johannes Rettob mulai mengubah pola penataan karier aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Ke depan, kemampuan, kinerja dan potensi pegawai akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan karier ASN.

Langkah tersebut diawali dengan profiling seluruh ASN di lingkungan Pemkab Mimika. Johannes menargetkan proses pemetaan tersebut dapat rampung dalam waktu sekitar dua pekan, sebelum hasilnya dipresentasikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

Bagi Johannes, profiling bukan sekadar pendataan pegawai. Hasilnya akan menjadi bahan untuk melihat siapa yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan, sekaligus menjadi dasar evaluasi bagi ASN yang kinerjanya belum memenuhi harapan.

Baca Juga :

“Yang berhasil dan mampu bisa naik jabatan. Kita akan lihat hasil profiling ini, kurang lebih dalam dua minggu kita sudah dapat hasilnya,” kata Johannes saat memimpin apel gabungan di halaman Pusat Pemerintahan SP3, Senin (31/8/2026).

Johannes menegaskan, manajemen talenta diarahkan untuk membangun sistem pengembangan karier ASN yang lebih terukur. Pengisian maupun pengembangan jabatan nantinya diharapkan tidak hanya mempertimbangkan posisi, masa kerja atau kedekatan, tetapi benar-benar melihat kompetensi dan hasil kerja.

Menurutnya, ASN yang mampu menunjukkan kinerja dan memiliki kapasitas harus diberikan ruang untuk berkembang.

Sebaliknya, pegawai yang tidak mampu memenuhi target maupun tanggung jawab yang diberikan akan masuk dalam proses evaluasi.

“Jadi kita mau lihat kemampuan masing-masing pegawai. Yang punya kemampuan dan menunjukkan kinerja harus diberikan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Sistem tersebut sekaligus menjadi upaya Pemkab Mimika memetakan kekuatan sumber daya manusia di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui profiling, pemerintah dapat melihat ASN berdasarkan kompetensi, kinerja dan potensi yang dimiliki sehingga penempatan maupun pengembangan karier dapat dilakukan secara lebih tepat.

Selain menilai individu pegawai, Johannes mengatakan manajemen talenta juga akan dikaitkan dengan pencapaian kinerja OPD.

OPD yang mampu memenuhi target kerja dan menunjukkan kinerja baik, termasuk dalam penyerapan anggaran, akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah.

Namun, Johannes mengingatkan agar capaian OPD tidak menjadi satu-satunya ukuran. Menurutnya, kontribusi masing-masing pegawai di dalam organisasi juga harus terlihat. Jangan sampai kinerja sebuah OPD terlihat baik, tetapi tidak diketahui siapa saja pegawai yang benar-benar bekerja dan memberikan kontribusi.

Karena itu, sistem penilaian harus mampu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kinerja setiap ASN. Dalam apel tersebut, Johannes juga menyoroti penerapan sistem evaluasi kinerja elektronik di sejumlah OPD.

Ia meminta seluruh sekretaris OPD dan kasubag kepegawaian memastikan sistem tersebut benar-benar digunakan hingga ke tingkat pegawai. Menurutnya, masih terdapat OPD yang belum memberikan akses sistem evaluasi kepada jajaran pegawai di bawahnya. Padahal, pemerintah daerah telah memberikan pelatihan mengenai penggunaan sistem tersebut.

“Akses kepada pimpinan OPD harus diberikan kepada kasubag kepegawaian. Kita sudah memberikan pelatihan, sehingga sistem ini harus benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Johannes ingin sistem evaluasi tersebut tidak berhenti sebagai aplikasi atau formalitas administrasi. Data yang dihasilkan harus dapat digunakan untuk melihat kondisi kinerja ASN secara nyata.

Dengan demikian, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam melakukan pembinaan, memberikan penghargaan maupun mengevaluasi pegawai.

Penerapan manajemen talenta ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Mimika membangun birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja.

Profiling ASN akan menjadi salah satu bahan dalam menentukan arah pengembangan karier, termasuk melihat pegawai yang memiliki potensi untuk diberikan tanggung jawab lebih besar.

Pesan Johannes kepada ASN pun cukup tegas. Berada di dalam struktur pemerintahan tidak otomatis berarti karier akan terus naik. Kemampuan dan kinerja harus dibuktikan.

ASN yang bekerja dengan baik dan mampu memenuhi tanggung jawab memiliki peluang untuk berkembang. Sementara mereka yang tidak menunjukkan kinerja sesuai harapan harus siap mengikuti proses evaluasi.

“Yang kita bangun adalah sistem. Kita ingin orang yang bekerja, punya kemampuan dan menunjukkan hasil mendapatkan kesempatan yang sesuai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *