BENCANA ALAMPemerintahan

Puncak Tetapkan Status Tanggap Darurat, 1.300 Ton Beras Disiapkan Hadapi Kemarau dan Salju

2
×

Puncak Tetapkan Status Tanggap Darurat, 1.300 Ton Beras Disiapkan Hadapi Kemarau dan Salju

Sebarkan artikel ini

Sekda Nenu Tabuni: Bantuan Mulai Disalurkan ke Gome, Distribusi Berlanjut ke Distrik Lain hingga Desember

Example 468x60

ILAGA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mulai mengambil langkah serius menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa musim kemarau berkepanjangan, ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta musim es/salju yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat antara Bupati Puncak dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terkait penanganan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurut Nenu, Pemerintah Kabupaten Puncak telah menggelar rapat dan menetapkan langkah penanganan, termasuk status tanggap darurat.

Baca Juga :

“Untuk menindaklanjuti rapat Bupati dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terkait penanganan musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan, serta musim es atau salju di Kabupaten Puncak, hari ini pemerintah daerah sudah mengambil langkah-langkah penanganan. Kami sudah rapat dan menetapkan status tanggap darurat,” ujar Nenu kepada Nemangkawipos.com, Senin (24/8/2026).

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Puncak melalui Dinas Ketahanan Pangan mulai menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan pertama disalurkan kepada masyarakat di Distrik Gome, khususnya untuk kebutuhan masyarakat di sekitar 11 gereja.

“Hari ini bantuan pertama sudah disalurkan dari Dinas Ketahanan Pangan. Kami sudah menyerahkan beras kepada masyarakat di Distrik Gome. Bantuan ini akan dibagikan sore ini kepada masyarakat,” jelasnya.

Setelah Gome, distribusi bantuan akan dilanjutkan ke distrik-distrik lainnya yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Puncak, kata Nenu, telah menyiapkan 1.300 ton beras bantuan untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama kondisi darurat. Bantuan tersebut direncanakan dapat berlangsung hingga Desember 2026.

“Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan sudah menyiapkan beras sebanyak 1.300 ton. Bantuan ini akan berlangsung sampai bulan Desember mendatang dan stoknya sudah tersedia,” ungkapnya.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pemkab Puncak juga telah melakukan koordinasi dengan Bappenas serta pihak Bulog di Timika.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bappenas dan teman-teman Bulog di Timika untuk pendistribusian. Kami sudah punya target,” katanya.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga memperketat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Nenu menegaskan bahwa masyarakat telah diberikan pemberitahuan untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Larangan tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang berkepanjangan dapat membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.

“Bupati Puncak sudah menetapkan surat pemberitahuan kepada masyarakat untuk tidak boleh membakar hutan atau lahan karena ini musim yang berkepanjangan,” tegas Nenu.

Pemkab Puncak kini fokus memastikan bantuan pangan tidak hanya tersedia di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar dapat menjangkau masyarakat di distrik-distrik yang membutuhkan.

Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan, pemerintah daerah berharap seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga dapat bersama-sama menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Kemarau panjang, ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta kondisi dingin ekstrem di wilayah pegunungan menjadi tantangan serius bagi Puncak. Namun pemerintah memastikan stok pangan telah disiapkan dan distribusi bantuan mulai bergerak.

Nemangkawipos.com

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *