Masyarakatorganisasi

Merajut Harmoni di Atas Meja Domino: Forum Harmoni Kebangsaan Mimika Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Turnamen Bernuansa Persatuan

70
×

Merajut Harmoni di Atas Meja Domino: Forum Harmoni Kebangsaan Mimika Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Turnamen Bernuansa Persatuan

Sebarkan artikel ini

Caption : Suasana Turnamen Domino Kebangsaan yang digelar Forum Harmoni Kebangsaan Mimika di Kafe Aljazira, Jalan Sam Ratulangi, Timika, Kamis (6/8/2026). Kegiatan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi ajang mempererat persatuan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan masyarakat Mimika. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Kabupaten Mimika. Forum Harmoni Kebangsaan Mimika menggelar Turnamen Domino Kebangsaan bertema “Bersatu dalam Kebinekaan, Maju untuk Indonesia” di Kafe Aljazira, Jalan Sam Ratulangi, Timika, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga rekreasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya dalam semangat persatuan Indonesia.

Koordinator Forum Harmoni Kebangsaan Mimika, Saleh Alhamid, mengatakan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak sekitar satu bulan lalu. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Mimika yang majemuk.

Baca Juga :

“Kalau saat Piala Dunia masyarakat antusias mengibarkan bendera negara-negara favorit seperti Argentina, Brasil, Jerman, atau Belanda, maka pada momentum HUT RI ini saatnya kita semua mengenakan merah putih dan bersama-sama memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Saleh menjelaskan, turnamen domino menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan kebangsaan yang telah disiapkan panitia. Selain pertandingan domino berhadiah, Forum Harmoni Kebangsaan juga akan menggelar lomba khusus bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP) tingkat sekolah dasar.

Dalam lomba tersebut, peserta akan diuji kemampuan menghafal Pancasila, teks Proklamasi Kemerdekaan, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Anak-anak yang berhasil akan memperoleh uang pembinaan, sementara seluruh peserta juga akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus memahami dasar negara dan semangat persatuan Indonesia,” katanya.

Tidak berhenti pada perlombaan, Forum Harmoni Kebangsaan Mimika juga telah menyiapkan Dialog Kebangsaan sebagai puncak peringatan HUT ke-81 RI. Dialog tersebut akan melibatkan tokoh Orang Asli Papua, tokoh nusantara, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan dan toleransi di Kabupaten Mimika.

Menurut Saleh, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat. Ia mengungkapkan dirinya secara pribadi menyumbangkan dana sebesar Rp10 juta, disusul berbagai bentuk dukungan dari sejumlah pihak, mulai dari Koprapika hingga para pelaku usaha kecil seperti pedagang pinang dan penjual ikan.

“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat. Semua ikut berpartisipasi demi menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan,” ungkapnya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus menjaga predikat Kabupaten Mimika sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai harmoni dan toleransi.

“Kegiatan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi maknanya sangat besar. Kami ingin mengajak seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun warga nusantara, untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan, menjaga persatuan, dan terus merawat toleransi. Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia,” tegas Saleh.

Melalui Turnamen Domino Kebangsaan dan rangkaian kegiatan lainnya, Forum Harmoni Kebangsaan Mimika berharap semangat nasionalisme tidak hanya dirasakan pada peringatan 17 Agustus, tetapi juga menjadi budaya yang terus memperkuat persatuan, memperkokoh kebinekaan, dan mendukung pembangunan Kabupaten Mimika yang aman, damai, dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *