Example floating
Example floating
pemerintah kabupaten Mimika

YWAP Resmi Berdiri, Dorong Pelestarian Budaya dan Wisata Berbasis Masyarakat di Mimika

284
×

YWAP Resmi Berdiri, Dorong Pelestarian Budaya dan Wisata Berbasis Masyarakat di Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Yayasan Wisatari Alam Papua (YWAP) resmi didirikan di Kabupaten Mimika sebagai wadah pelestarian seni, budaya, dan tradisi Suku Amungme. YWAP digagas oleh Pendiri Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK), Dolfin Beanal, yang bekerja sama dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dalam mengembangkan wisata berbasis kearifan lokal.

Peresmian YWAP ditandai dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan sertifikasi pemandu wisata gunung, yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Rabu (23/7/2025). Pelatihan ini difokuskan pada pengembangan pariwisata di kawasan Puncak Nemangkawi salah satu destinasi alam unggulan di Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Yakobus Kareth, menyampaikan bahwa Mimika memiliki kekayaan alam luar biasa yang harus dijaga dan dikelola dengan bijak.

Baca Juga :

“Potensi ini harus dikelola secara arif, tidak hanya untuk ekonomi, tapi juga untuk pelestarian alam dan budaya. Kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam sektor pariwisata berbasis alam dan budaya,” kata Yakobus.

Dolfin Beanal, sebagai pendiri YWAP, menjelaskan bahwa yayasan ini hadir untuk menjaga dan memperkuat identitas budaya Suku Amungme melalui program edukatif, pelatihan, dan kegiatan berbasis nilai-nilai lokal.

“YWAP menjadi penggerak utama dalam menjaga identitas budaya dan memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar tradisinya,” ujar Dolfin.

Ia juga memperkenalkan PT Wisata Puncak Nemangkawi (PT WPN), yang akan menjadi entitas operasional untuk menjalankan aktivitas pariwisata. Mulai dari pelayanan wisatawan, pengelolaan destinasi, hingga pengembangan ekowisata berkelanjutan berbasis masyarakat adat.

“YWAP bertugas menjaga nilai budaya, sedangkan PT WPN akan menjalankan aktivitas wisata bersama generasi muda Amungme. Ini penting karena mereka masih menghadapi tantangan dalam akses kerja dan pengembangan kapasitas,” jelas Dolfin.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Araminus Omaleng. Ia menyambut baik pembentukan pemandu wisata lokal sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata berbasis komunitas.

“Saya mendukung penuh, termasuk mendorong regulasi khusus bagi profesi pemandu wisata lokal agar masyarakat menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegas Araminus.

Dengan berdirinya YWAP, Mimika diharapkan dapat menjadi contoh pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata yang mengakar kuat pada identitas masyarakat adat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *