Example floating
Example floating
HUKRIM

Yahukimo Membara: Eskalasi Kekerasan Meroket 700 Persen, Satgas Cartenz Gulung Gembong KKB Homi Heluka

3
×

Yahukimo Membara: Eskalasi Kekerasan Meroket 700 Persen, Satgas Cartenz Gulung Gembong KKB Homi Heluka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA, Nemangkawipos.com  – Kabupaten Yahukimo di Provinsi Papua Pegunungan tengah berada dalam titik didih keamanan yang mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan lonjakan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) naik drastis hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Merespons “kegilaan” eskalasi ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan serangan balik mematikan dengan meringkus DPO kelas kakap, Homi Heluka, serta koleganya Simak Kipka. Penangkapan ini menjadi sinyal perang terbuka terhadap jaringan kekerasan yang telah lama menghantui warga Yahukimo.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faisal Ramadhani, mengungkap tabir di balik meledaknya angka kriminalitas di Yahukimo. Jika pada periode Januari–Februari 2025 hanya tercatat 3 insiden, tahun ini angkanya melonjak gila-gilaan menjadi 23 kejadian.

Baca Juga :

Menurut Faisal, pemantiknya adalah kaburnya gembong KKB, Kopi Tua Heluka, dari Lapas Wamena pada Februari 2025 lalu. Sejak saat itu, Yahukimo berubah menjadi zona merah dengan rentetan serangan yang lebih terorganisir dan brutal.

“Ini situasi yang sangat signifikan. Eskalasi meningkat tajam sejak Kopi Tua Heluka melarikan diri. Kami sudah memprediksi ini, dan penambahan kekuatan adalah harga mati,” tegas Faisal dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (20/2/2026).

Penangkapan Homi Heluka bukan sekadar keberhasilan biasa. Ia adalah “mesin kekerasan” yang memiliki daftar dosa panjang di kepolisian. Jejak darahnya tercatat mulai dari: Penembakan anggota Polri di Jalan Logpon hingga gugur. Januari 2025: Pembakaran mobil Sat Binmas di Jalan Paradiso. April 2025: Pembantaian pendulang emas. Juni 2025: Penembakan anggota Kodim, Serka Segar Mulyana. Februari 2026: Penembakan warga sipil bernama Suwono.

​Sementara itu, Simak Kipka yang turut diringkus, terlibat dalam aksi pembakaran mobil milik Kepala Desa Almadi di depan Kantor DPRD Yahukimo, hanya berselang beberapa hari sebelum penangkapan.

​Menyadari wilayah ini kian rawan, Satgas Damai Cartenz melipatgandakan kekuatan secara masif. Dari awalnya hanya 80 personel, kini sebanyak 250 personel elit telah mengepung Yahukimo untuk memburu sisa-sisa kelompok bersenjata yang masih bersembunyi.

Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari strategi “memutus urat nadi” kekerasan di Papua Pegunungan.

​“Kami tidak hanya memukul mundur, tapi mencabut hingga ke akarnya. Proses hukum akan berjalan transparan, dan ruang gerak jaringan ini akan terus kami persempit hingga tak ada tempat bagi mereka untuk bersembunyi,” pungkas Adarma.

Saat ini, kedua “singa” KKB tersebut mendekam di sel Polres Yahukimo. Polisi tengah menggali informasi lebih dalam untuk mengungkap siapa aktor intelektual dan penyokong senjata di balik lonjakan 23 aksi kekerasan yang mencekam Yahukimo di awal tahun ini.

Penulis: StendyEditor: Redaksi
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *