Example floating
Example floating
organisasi

Workshop Keamanan Digital untuk Pelajar Papua: Lindungi Data Pribadi Sejak Dini

136
×

Workshop Keamanan Digital untuk Pelajar Papua: Lindungi Data Pribadi Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com — Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Papua di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Aldo Mooy, memberikan pelatihan keamanan digital dan jurnalisme damai kepada pelajar SMA dan mahasiswa di Kabupaten Nabire.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Festival Media Se-Tanah Papua, Rabu (14/1/2026), dan dimoderatori oleh Robert Yewen. Workshop ini bertujuan membekali generasi muda Papua agar mampu melindungi diri di ruang digital sekaligus berkontribusi membangun harmoni demi mewujudkan Papua sebagai tanah damai.

Aldo menekankan pentingnya edukasi keamanan digital sejak dini, terutama dalam menjaga data pribadi yang akan sangat berpengaruh saat memasuki dunia kerja.

Baca Juga :

“Sejak dini kita harus mendidik adik-adik untuk fokus menjaga data pribadi, karena ini sangat berdampak ketika mereka masuk ke dunia kerja,” ujar Aldo.

Ia mengingatkan bahwa kebocoran data pribadi dapat membuka peluang manipulasi hak dan kesempatan seseorang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap pelajar dan mahasiswa bisa menjaga data dan akun digital mereka, sekaligus berkontribusi membangun harmonisasi sebagai jurnalis pelajar dan mahasiswa. Mereka bukan hanya pembaca, tetapi juga pelaku penyampai informasi dari lingkungan mereka,” jelasnya.

Aldo menegaskan bahwa perlindungan diri di ruang digital merupakan tanggung jawab setiap individu.

“Melindungi diri di ruang digital bukan hanya tanggung jawab orang tua atau keluarga. Setiap orang bertanggung jawab melindungi dirinya sendiri,” tegasnya.

Dalam workshop tersebut, Aldo menjelaskan sejumlah data penting yang harus dijaga di ruang digital, antara lain: Email dan Nomor Handphone Email menjadi kunci akses berbagai layanan digital, terutama pada perangkat Android, sementara nomor handphone yang terhubung ke akun digital juga sangat rentan disalahgunakan.

“Email dan nomor handphone adalah data utama yang harus kita lindungi,” ujarnya.

Kartu identitas seperti kartu pelajar, KTP, dan NPWP harus dijaga ketat karena berkaitan dengan data keuangan dan akses layanan pemerintah.

“Saat ini banyak kasus penyalahgunaan data KTP. Jika data ini bocor, bisa digunakan untuk hal-hal yang merugikan,” paparnya.

Selain itu, Aldo juga mengingatkan tiga ancaman utama di ruang digital, yakni pencemaran nama baik, intimidasi, dan cyberbullying.

Untuk mengetahui apakah data digital telah bocor, Aldo merekomendasikan penggunaan situs “Periksa Data”, sebuah platform kolaborasi media nasional untuk mengecek kebocoran email dan password.

“Jika data kita bocor, segera lakukan langkah mitigasi untuk mengamankan akun,” katanya.

Workshop ini juga menekankan peran pelajar dan mahasiswa Papua dalam membangun harmoni di ruang digital melalui jurnalisme damai.

“Kita ingin mendorong pelajar dan mahasiswa membangun ruang digital yang harmonis, sehingga Tanah Papua benar-benar menjadi tanah damai—sumbangan damai dari timur untuk republik ini,” pungkas Aldo.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) dan merupakan bagian dari rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua yang berlangsung pada 13–15 Januari 2026 di Nabire, dengan agenda pelatihan jurnalistik investigasi, talk show, pameran foto, hingga malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *