Example floating
Example floating
Ekonomi

UMKM Lokal Ramaikan Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire

127
×

UMKM Lokal Ramaikan Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal turut meramaikan pelaksanaan Festival Media (Fesmed) se-Tanah Papua yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) dan berlangsung pada 13–15 Januari 2026 di Bandara Lama Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Dua UMKM yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut yakni Tebai Kedai Amdo dan Kedai Mace Mulut Sagu, yang menghadirkan beragam produk khas Papua, mulai dari olahan pangan tradisional hingga kerajinan tangan bernilai seni.

Pemilik UMKM, Maria Agnes Tebai, mengatakan seluruh produk yang dijual merupakan hasil olahan dan karya mandiri masyarakat lokal. Produk tersebut antara lain sagu kering, ketatas bakar, gula merah, keripik, serta berbagai hasil rajutan seperti sarung botol, gantungan kunci, anting-anting, dan hiasan lainnya.

Baca Juga :

“Untuk makanan, kami jual sagu kering dari sagu murni yang dibakar lalu dikeringkan. Ada juga ketatas bakar, keripik, dan gula merah. Sebagian besar sudah habis terjual,” ujar Maria Agnes, Kamis (15/1/2026).

Selain produk lokal, stan UMKM tersebut juga menjual beberapa barang asal Papua Nugini (PNG) seperti minyak rambut, topi, dan kain. Tak ketinggalan, tersedia pula lukisan bertema Papua yang dicetak dan ditempel pada papan kayu sebagai media seni alternatif.

“Yang paling diminati itu sagu dan gantungan-gantungan. Sarung botol juga sudah laku. Antusiasme pengunjung cukup tinggi,” katanya.

Maria Agnes menilai Festival Media se-Tanah Papua memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelaku UMKM, tetapi juga bagi pelajar yang mengikuti berbagai materi edukatif selama kegiatan berlangsung.

“Festival ini sangat bagus karena ada materi untuk pelajar, khususnya SMA. Mereka antusias, banyak bertanya, dan mendapat pengetahuan baru,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penampilan musik asli Papua yang ditampilkan selama festival berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menjadi nilai tambah karena jarang ditampilkan dalam kegiatan sejenis.

“Biasanya acara lebih banyak menampilkan musik modern. Di sini justru musik asli Papua ditampilkan, itu sangat bagus,” tambahnya.

Ke depan, Maria Agnes berharap Festival Media dapat terus berlanjut dan memberi ruang yang lebih besar bagi UMKM lokal. Ia juga mendorong panitia agar mengarahkan peserta dan pengunjung untuk berbelanja di stan UMKM yang tersedia.

Selain itu, ia mengusulkan agar materi literasi media tidak hanya menyasar pelajar SMA, tetapi juga anak-anak usia SD hingga TK.

“Anak-anak sekarang sudah sangat dekat dengan handphone. Materi seperti ini penting dikenalkan sejak dini supaya mereka tahu dampak dan manfaat penggunaan HP,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi sejak usia dini akan membantu orang tua dalam mengarahkan anak agar lebih bijak menggunakan gawai.

“Kalau anak-anak sudah dengar dari materi seperti ini, mereka lebih mudah mengerti dan orang tua juga terbantu,” tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *