Example floating
Example floating
Masyarakatpemerintah kabupaten Mimika

Tuntut Evaluasi Pelantikan Pejabat, Forum Peduli ASN Mimika Gelar Aksi Demo di Kantor Puspem

8
×

Tuntut Evaluasi Pelantikan Pejabat, Forum Peduli ASN Mimika Gelar Aksi Demo di Kantor Puspem

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Forum Peduli ASN Kabupaten Mimika, didampingi sejumlah elemen simpatisan, menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, SP3, Jumat (13/3/2026).

​Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang baru saja dilaksanakan pada Rabu (11/3) lalu. Pantauan di lokasi, massa mendapat pengawalan dari berbagai organisasi masyarakat, termasuk Aliansi Pemuda Amungme (APA), Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Lemasa, Lemasko, hingga OKIA.

Baca Juga :
​Sejak pagi, massa aksi bertahan di area kantor Puspem dengan tuntutan tunggal: bertemu langsung dengan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong. Mereka bermaksud menyampaikan aspirasi khusus terkait keterwakilan dan posisi ASN dari suku asli Amungme dan Kamoro (Amor) dalam struktur birokrasi terbaru.

​Situasi di lapangan dilaporkan sempat memanas beberapa kali. Hal ini dipicu oleh kehadiran kelompok non-ASN yang diduga ikut bergabung dalam barisan massa, sehingga menambah ketegangan koordinasi antara pengunjuk rasa dan pihak keamanan.

​Merespons tekanan massa, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, turun langsung menemui pendemo untuk melakukan negosiasi. Abraham menegaskan bahwa pimpinan daerah pada dasarnya sangat terbuka untuk berdialog, namun dengan syarat batasan peserta.

​”Bupati dan Wakil Bupati bersedia menerima aspirasi, tetapi pertemuan hanya diperuntukkan bagi ASN. Mengingat persoalan ini merupakan urusan internal birokrasi, maka keterlibatan masyarakat umum di luar jalur ASN memiliki mekanisme penyampaian aspirasi yang berbeda,” tegas Abraham di hadapan massa.

​Tawaran tersebut sempat menemui jalan buntu setelah massa aksi menolak syarat perwakilan. Mereka bersikeras agar pimpinan daerah hadir secara fisik di tengah lapangan untuk mendengarkan tuntutan secara terbuka.

Setelah melalui proses lobi yang alot hingga sore hari, Pj Sekda yang didampingi Kepala Dinas Sosial Hasan Kemong dan Asisten III Setda Mimika menawarkan solusi jalan tengah. Mereka bersedia menjadi jembatan untuk menyerahkan dokumen aspirasi tersebut langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati pada hari yang sama.

Koordinator aksi, Elois Kemong, akhirnya menyetujui tawaran tersebut namun memberikan catatan keras. Dokumen aspirasi ASN Amor secara resmi diserahkan kepada Pj Sekda sebagai langkah awal.

“Kami serahkan aspirasi ASN Amor ini untuk diteruskan. Namun, kami tegaskan bahwa hari Senin nanti kami akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar hingga Bupati dan Wakil Bupati menerima kami secara langsung,” ujar Elois menutup aksi tersebut.

Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib menjelang petang, sembari menjanjikan eskalasi gerakan jika tuntutan dialog tatap muka tidak segera dipenuhi oleh pimpinan daerah pada pekan depan.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *