Example floating
Example floating
HUKRIM

Tragedi di KM 38 Nabire: Pos PT Kristal Diserbu, Dua Orang Tewas Terbakar di Reruntuhan

28
×

Tragedi di KM 38 Nabire: Pos PT Kristal Diserbu, Dua Orang Tewas Terbakar di Reruntuhan

Sebarkan artikel ini

Foto: Proses evakuasi dan olah TKP di lokasi penyerangan PT Kristal, KM 38 Nabire.

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Aksi teror bersenjata yang menyasar objek vital di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berakhir tragis. Penyerangan terhadap Pos Pengamanan PT Kristal di Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, pada Sabtu (21/2/2026), tidak hanya menghancurkan fasilitas perusahaan, tetapi juga merenggut dua nyawa dalam kondisi mengenaskan.

​Saat tim Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan Polres Nabire tiba di lokasi kejadian, pemandangan mengerikan tersaji: dua jenazah ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di antara puing-puing bangunan pos yang telah menjadi arang.

​Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengonfirmasi temuan tersebut. “Kondisi jenazah mengalami luka bakar berat, sehingga identitas korban masih menunggu hasil autopsi dan identifikasi medis di RSUD Nabire,” ujar Yusuf, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga :

Ketajaman serangan kelompok ini terlihat dari bukti-bukti di lapangan. Satu unit kendaraan operasional perusahaan ditemukan dengan empat lubang bekas tembakan tepat di bagian depan, termasuk radiator yang tembus diterjang proyektil.

Penyidik menduga penembakan dilakukan secara terencana dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter. Hal ini menjelaskan mengapa selongsong peluru tidak ditemukan di titik utama reruntuhan, namun kerusakan yang ditimbulkan sangat presisi.

Berdasarkan kesaksian empat pegawai perusahaan, mereka sempat mendengar rentetan tembakan sebelum melihat setidaknya tiga orang pelaku beraksi di area tersebut.

Meski klaim tanggung jawab dari kelompok bersenjata tertentu mulai bermunculan di media sosial, aparat keamanan bersikap hati-hati. Polisi mengeklaim tidak ingin terjebak dalam perang propaganda di ruang digital.

​”Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti lapangan,” tegas Yusuf Sutejo.

​Di sisi lain, muncul teka-teki mengenai dugaan perampasan senjata dalam insiden ini. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa saat kejadian tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT Kristal. Penegasan ini memicu pertanyaan mengenai siapa sebenarnya yang memegang senjata di pos pengamanan tersebut hingga menjadi sasaran perampasan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengecam keras serangan ini dan berjanji akan melakukan penegakan hukum yang profesional.

“Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman,” cetusnya.

Saat ini, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memimpin langsung tim pengejaran dan profiling terhadap kelompok yang diduga kuat mendalangi serangan berdarah ini.

Aparat kini tengah mendalami apakah penyerangan ini murni aksi kriminalitas atau terkait jaringan kelompok bersenjata yang kerap menebar teror di wilayah Papua Tengah.

Penulis: StendyEditor: Redaksi
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *