Example floating
Example floating
HUKRIM

Teror Bersenjata di Nabire: Pos PT Kristalin Diberondong, Mobil Perusahaan Wasundara Jadi Sasaran

3
×

Teror Bersenjata di Nabire: Pos PT Kristalin Diberondong, Mobil Perusahaan Wasundara Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangmawipos.com – Eskalasi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dalam sehari, dua serangan mematikan menyasar aset perusahaan swasta di Distrik Makimi, Sabtu (21/2/2026). Pos keamanan PT Kristalin Eka Lestari diberondong peluru hingga memakan korban jiwa, sementara mobil milik PT Wasundara dihujani tembakan di jalur distribusi.

​Serangan pertama terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Jalan Musairo, Kampung Biha. Pos keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari mendadak menjadi sasaran tembak Orang Tak Dikenal (OTK). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok penyerang menggunakan senjata api laras panjang dalam aksi brutal tersebut.

​Rentetan tembakan yang diarahkan ke pos keamanan dilaporkan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban dan jumlah pasti yang tewas masih dalam proses verifikasi pihak berwenang.

Baca Juga :

Hanya berselang 30 menit sebelumnya, tepat pukul 14.00 WIT, aksi serupa menimpa sebuah mobil milik perusahaan Wasundara. Kendaraan tersebut tengah melaju dari arah kamp perusahaan menuju Lagari sebelum akhirnya dihadang oleh kelompok bersenjata.

​Keterangan saksi menyebutkan bahwa pelaku berjumlah tiga orang, semuanya menenteng senjata api laras panjang. Mereka melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah mobil hingga mengakibatkan kerusakan parah pada bodi kendaraan. Beruntung, kendaraan tersebut masih bisa dipacu untuk menyelamatkan diri kembali ke kamp perusahaan.

Pola serangan yang terorganisir dan penggunaan senjata laras panjang menguatkan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata yang terbiasa bergerilya di wilayah pegunungan dan pesisir Papua. Namun, hingga kini aparat keamanan belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas kelompok di balik dua insiden berdarah ini.

Kehadiran kelompok bersenjata di Distrik Makimi menjadi sinyal merah bagi keamanan objek vital dan operasional perusahaan swasta di Nabire. Publik kini menanti langkah konkret aparat keamanan: apakah pengejaran akan dilakukan secara tuntas, ataukah teror serupa akan kembali menjadi “rutinitas” berdarah di Tanah Papua?

Penulis: StendyEditor: Redaksi
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *