Example floating
Example floating
DPR

Stabilisasi Harga vs Keuntungan Pedagang: Komisi II Mimika Pasang Badan untuk Konsumen

2
×

Stabilisasi Harga vs Keuntungan Pedagang: Komisi II Mimika Pasang Badan untuk Konsumen

Sebarkan artikel ini

Caption: Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie, menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi penyalahgunaan bantuan pemerintah saat diwawancarai. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie, menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi penyalahgunaan bantuan pemerintah serta kenaikan harga bahan pokok menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Hal tersebut disampaikan Adrian saat diwawancarai pada Senin (23/02/2025) siang.

Menurutnya, momen Ramadan seharusnya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi, baik melalui penyalahgunaan bantuan pemerintah maupun permainan harga di pasar.

Baca Juga :

“Kami berharap bantuan dari pemerintah benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan. Jika itu bantuan, maka harus jelas sifatnya bantuan dan tidak boleh diperjualbelikan,” tegas Adrian.

Adrian meminta dinas terkait untuk memperketat pengawasan distribusi bantuan serta memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi.

Ia juga mendorong instansi teknis yang bertugas di lapangan agar aktif melakukan monitoring, termasuk terhadap penyaluran bahan pangan bersubsidi maupun bantuan sosial lainnya.

“Kami minta dinas terkait turun langsung melakukan pengawasan agar bantuan tidak disalahgunakan dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Selain soal bantuan, Komisi II DPRK Mimika juga menyoroti potensi kenaikan harga bahan pokok di pasar, seperti cabai, sayur-sayuran, serta komoditas lain yang didatangkan dari luar daerah.

Menurut Adrian, kenaikan harga yang tidak wajar dapat memberatkan masyarakat, apalagi menjelang Ramadan dan akan berlanjut hingga masa prapaskah.

“Kami berharap dinas terkait, khususnya yang membidangi ketahanan pangan dan perdagangan, dapat mengontrol harga di pasar agar tidak melampaui batas kewajaran,” katanya.

Ia mengakui pedagang tentu mengambil keuntungan, namun harus dalam batas yang normal dan tidak berlebihan.

“Pedagang boleh mengambil keuntungan, tetapi jangan melebihi batas yang wajar. Jangan sampai masyarakat merasa terbebani saat memasuki bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Adrian berharap pengawasan rutin dapat dilakukan setiap hari selama Ramadan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

Penulis: StendyEditor: Redaksi
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *